DK PBB gelar pertemuan darurat bahas kondisi di Mesir
Jum'at, 16 Agustus 2013 - 11:38 WIB
DK PBB gelar pertemuan darurat bahas kondisi di Mesir
A
A
A
Sindonews.com – Dewan Keamanan (DK) PBB mengadakan pertemuan darurat untuk membahas kondisi di Mesir, Kamis (15/8/2013). Pertemuan darurat ini digelar menyusul permintaan dari Perancis, Inggris, dan Australia, kata para diplomat.
Pertemuan itu terjadi satu hari setelah tindakan keras yang dilakukan oleh pasukan keamanan Mesir terhadap para demonstran pendukung presiden terguling Mohamed Morsi, yang menewaskan lebih dari 500 orang.
Prancis dan Inggris adalah anggota tetap DK PBB, sementara Australia adalah salah satu dari 15 negara yang saat ini duduk di DK PBB. Seorang diplomat mengatakan, permintaan bersama telah disampaikan ke Argentina, yang saat ini memimpin DK PBB.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon mengutuk tindakan keras aparat Mesir. Dan, Kepala HAM PBB, Navi Pillay menuntut dilakukannya penyelidikan luas. Sebelumnya, Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan juga menyerukan pertemuan DK PBB.
"Ini adalah pembantaian yang sangat serius terhadap rakyat Mesir yang hanya menggelar protes damai," kata Erdogan. Ia mengkritik sikap diam masyarakat internasional dalam menghadapi pertumpahan darah di Mesir.
Pertemuan itu terjadi satu hari setelah tindakan keras yang dilakukan oleh pasukan keamanan Mesir terhadap para demonstran pendukung presiden terguling Mohamed Morsi, yang menewaskan lebih dari 500 orang.
Prancis dan Inggris adalah anggota tetap DK PBB, sementara Australia adalah salah satu dari 15 negara yang saat ini duduk di DK PBB. Seorang diplomat mengatakan, permintaan bersama telah disampaikan ke Argentina, yang saat ini memimpin DK PBB.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon mengutuk tindakan keras aparat Mesir. Dan, Kepala HAM PBB, Navi Pillay menuntut dilakukannya penyelidikan luas. Sebelumnya, Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan juga menyerukan pertemuan DK PBB.
"Ini adalah pembantaian yang sangat serius terhadap rakyat Mesir yang hanya menggelar protes damai," kata Erdogan. Ia mengkritik sikap diam masyarakat internasional dalam menghadapi pertumpahan darah di Mesir.
(esn)