Negosiator Palestina & Israel akan kembali bertemu pekan depan
Jum'at, 16 Agustus 2013 - 10:58 WIB
Negosiator Palestina & Israel akan kembali bertemu pekan depan
A
A
A
Sindonews.com – Juru runding Palestina dan Israel akan mengadakan putaran ketiga pembicaraan pada pekan depan di kota Jericho, Tepi Barat. Demikian dinyatakan oleh seorang pejabat Palestina, Kamis (15/8/2013).
“Keputusan untuk bertemu di sebuah hotel di Kota Jericho, dicapai saat putaran kedua perundingan yang diadakan di kota Yerusalem, Rabu (14/8/2013),” kata pejabat itu, yang berbicara dengan syarat anonim.
“Pada pertemuan di Yerusalem, Palestina mengajukan "protes keras" terhadap rencana Israel baru-baru ini yang akan membangun rumah baru di permukiman Yahudi di Jerusalem Timur dan Tepi Barat, bagian dari wilayah yang diinginkan Palestina untuk negara masa depan,” lanjut pejabat itu.
"Pemukiman berarti kehancuran proses perdamaian dan menunjukkan, bahwa Pemerintah Israel tidak ingin mencapai kesepakatan damai," katanya, seperti dikutip dari Xinhua. Para juru runding tidak mengungkapkan banyak hal pada media soal hasil perundingan putaran kedua itu.
Pejabat itu mengatakan, Amerika Serikat telah meminta kedua belah pihak untuk tidak berbicara kepada media tentang proses pembicaraan dan keputusan yang dibuat pada akhir setiap putaran. Namun, dia mengatakan, pembicaraan di Yerusalem difokuskan pada isu-isu luas perbatasan dan keamanan.
“Keputusan untuk bertemu di sebuah hotel di Kota Jericho, dicapai saat putaran kedua perundingan yang diadakan di kota Yerusalem, Rabu (14/8/2013),” kata pejabat itu, yang berbicara dengan syarat anonim.
“Pada pertemuan di Yerusalem, Palestina mengajukan "protes keras" terhadap rencana Israel baru-baru ini yang akan membangun rumah baru di permukiman Yahudi di Jerusalem Timur dan Tepi Barat, bagian dari wilayah yang diinginkan Palestina untuk negara masa depan,” lanjut pejabat itu.
"Pemukiman berarti kehancuran proses perdamaian dan menunjukkan, bahwa Pemerintah Israel tidak ingin mencapai kesepakatan damai," katanya, seperti dikutip dari Xinhua. Para juru runding tidak mengungkapkan banyak hal pada media soal hasil perundingan putaran kedua itu.
Pejabat itu mengatakan, Amerika Serikat telah meminta kedua belah pihak untuk tidak berbicara kepada media tentang proses pembicaraan dan keputusan yang dibuat pada akhir setiap putaran. Namun, dia mengatakan, pembicaraan di Yerusalem difokuskan pada isu-isu luas perbatasan dan keamanan.
(esn)