Kecuali di Yaman, AS buka lagi 18 kedubesnya
Sabtu, 10 Agustus 2013 - 10:51 WIB
Kecuali di Yaman, AS buka lagi 18 kedubesnya
A
A
A
Sindonews.com – Sedikitnya 18 dari 20 kedutaan dan konsulat AS yang ditutup bulan ini, karena khawatir jadi target serangan teroris, akan dibuka kembali pada hari Minggu (11/8/2013) besok. Namun, untuk kedutaan di Yaman, tetap ditutup karena potensi teror masih besar.
”Kedutaan kami di Sanaa, Yaman, akan tetap ditutup karena masih ada informasi ancaman serangan teroris dari kelompok al-Qaeda di Semenajung Arab,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki, seperti dikutip Reuters, Sabtu (10/8/2013).
Kata Psaki, AS juga tetap menjaga konsulat di Lahore, Pakistan, yang ditutup Kamis lalu. ”Karena ada ancaman serius yang terpisah,” ujarnya.
AS sebelumnya menutup sekitar 20 kedutaan dan konsulat di Timur Tengah dan Afrika pada Minggu pekan lalu, setelah intelijen memperingatkan adanya potensi serangan teroris. Waktu penutupan kedutaan dan konsulat itu kemudian diperpanjang hingga Sabtu (10/8/2013), hari ini.
Pihak intelijen pekan lalu, memberikan peringatan adanya potensi serangan teroris al-Qaeda. Mereka diduga telah merencanakan teror global di Timur Tengah dan Afrika Utara, dengan target kantor asing AS dan beberapa negara sekutunya.
Psaki merinci, beberapa kedutaan AS yang akan dibuka besok, antara lain di Yordania, Mesir, Qatar, Kuwait, Bahrain, Oman, Libya, Madagaskar, Burundi, Djibouti, Sudan, Rwanda, Mauritius, serta tiga di Arab Saudi dan dua di Uni Emirat Arab.
Sementara itu, Presiden Barack Obama, saat konferensi pers di Gedung Putih kemarin, menolak mengomentari laporan serangan drone di Pakistan yang menewaskan belasan militan al-Qaeda.
”Kedutaan kami di Sanaa, Yaman, akan tetap ditutup karena masih ada informasi ancaman serangan teroris dari kelompok al-Qaeda di Semenajung Arab,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki, seperti dikutip Reuters, Sabtu (10/8/2013).
Kata Psaki, AS juga tetap menjaga konsulat di Lahore, Pakistan, yang ditutup Kamis lalu. ”Karena ada ancaman serius yang terpisah,” ujarnya.
AS sebelumnya menutup sekitar 20 kedutaan dan konsulat di Timur Tengah dan Afrika pada Minggu pekan lalu, setelah intelijen memperingatkan adanya potensi serangan teroris. Waktu penutupan kedutaan dan konsulat itu kemudian diperpanjang hingga Sabtu (10/8/2013), hari ini.
Pihak intelijen pekan lalu, memberikan peringatan adanya potensi serangan teroris al-Qaeda. Mereka diduga telah merencanakan teror global di Timur Tengah dan Afrika Utara, dengan target kantor asing AS dan beberapa negara sekutunya.
Psaki merinci, beberapa kedutaan AS yang akan dibuka besok, antara lain di Yordania, Mesir, Qatar, Kuwait, Bahrain, Oman, Libya, Madagaskar, Burundi, Djibouti, Sudan, Rwanda, Mauritius, serta tiga di Arab Saudi dan dua di Uni Emirat Arab.
Sementara itu, Presiden Barack Obama, saat konferensi pers di Gedung Putih kemarin, menolak mengomentari laporan serangan drone di Pakistan yang menewaskan belasan militan al-Qaeda.
(esn)