Sehari, serangan drone AS bunuh 14 militan al-Qaeda
Jum'at, 09 Agustus 2013 - 13:43 WIB
Sehari, serangan drone AS bunuh 14 militan al-Qaeda
A
A
A
Sindonews.com - Setidaknya 14 militan al-Qaeda di Yaman tewas dalam tiga serangan pesawat tak berawak (drone) yang diduga dilakukan militer AS. Belasan militan al-Qaeda itu tewas dalam serangan yang berlangsung satu hari.
Pejabat Yaman mengatakan kepada BBC Arab, serangan terbaru terjadi semalam, di Wadi al-Jadd, provinsi Hadramout. Empat militan tewas dalam serangan semalam. Sebelumnya, pada pagi hari dua serangan dilancarkan di Marib dan provinsi Hadramout. 10 militan al-Qaeda tewas.
Pada Rabu lalu, serangan drone AS juga membunuh 7 orang di Yaman. Pemerintah AS mengakui, telah mengakui menargetkan militan al-Qaeda di Yaman. Namun, mereka menolak menjelaskan serangan itu secara terbuka.
Sementara Amerika Serikat telah mengakui menargetkan militan di Yaman dengan pesawat, itu tidak berkomentar secara terbuka pada kebijakan atau penggerebekan.
Seorang sumber diplomatik Yaman, mengatakan kepada BBC Arab, bahwa AS telah menangguhkan pembebasan sekitar 100 tahanan Yaman dari penjara Teluk Guantanamo di Kuba. Pihak Gedung Putih, mengatakan tidak ada perubahan kebijakan, setelah Presiden Barack Obama pada Mei 2013 lalu memutuskan moratorium transfer tahanan Guantanamo ke Yaman.
”Dia mengangkat moratorium transfer tahanan dalam mendukung evaluasi kasus per kasus. Evaluasi itu tentu akan mempertimbangkan kondisi keamanan setempat. Situasi keamanan selalu diperhitungkan," kata pejabat itu kepada BBC, kemarin.
Pejabat Yaman mengatakan kepada BBC Arab, serangan terbaru terjadi semalam, di Wadi al-Jadd, provinsi Hadramout. Empat militan tewas dalam serangan semalam. Sebelumnya, pada pagi hari dua serangan dilancarkan di Marib dan provinsi Hadramout. 10 militan al-Qaeda tewas.
Pada Rabu lalu, serangan drone AS juga membunuh 7 orang di Yaman. Pemerintah AS mengakui, telah mengakui menargetkan militan al-Qaeda di Yaman. Namun, mereka menolak menjelaskan serangan itu secara terbuka.
Sementara Amerika Serikat telah mengakui menargetkan militan di Yaman dengan pesawat, itu tidak berkomentar secara terbuka pada kebijakan atau penggerebekan.
Seorang sumber diplomatik Yaman, mengatakan kepada BBC Arab, bahwa AS telah menangguhkan pembebasan sekitar 100 tahanan Yaman dari penjara Teluk Guantanamo di Kuba. Pihak Gedung Putih, mengatakan tidak ada perubahan kebijakan, setelah Presiden Barack Obama pada Mei 2013 lalu memutuskan moratorium transfer tahanan Guantanamo ke Yaman.
”Dia mengangkat moratorium transfer tahanan dalam mendukung evaluasi kasus per kasus. Evaluasi itu tentu akan mempertimbangkan kondisi keamanan setempat. Situasi keamanan selalu diperhitungkan," kata pejabat itu kepada BBC, kemarin.
(esn)