AS tutup paksa layanan email gara-gara dipakai Snowden
Jum'at, 09 Agustus 2013 - 11:54 WIB
AS tutup paksa layanan email gara-gara dipakai Snowden
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah perusahaan layanan email Lavabit, yang diyakini telah digunakan buronan AS, Edward Snowden, 30, mendadak menutup layanannya, kemarin. Penutupan itu, menurut pihak perusahaan, atas permintaan paksa pemerintah AS.
”Saya telah dipaksa untuk membuat keputusan yang sulit. Karena menjadi terlibat dalam kejahatan terhadap rakyat Amerika. Kita mulai dari awal, setelah hampir 10 tahun berkerja keras, dan akhirnya menutup Lavabit,” kata Lavabit LLC, pemilik Ladar Levison yang menulis dalam sebuah surat yang diposting di website perusahaannya, seperti dikutip Reuters, Jumat (9/8/2013).
Pihak Levison mengaku, ia telah memutuskan untuk menghentikan operasional layanan email. Mereka dilarang membahas kasus itu. Layanan email perusahaan itu, selama ini diyakni dipakai whistleblower NSA, Edward Snowden yang kini berada di Rusia setelah ia mendapat suaka dari pemerintah Vladimir Putin.
Departemen Kehakiman AS tidak berkomentar atas kasus itu. Sementara itu, seorang eksekutif penyedia layanan email terkenal juga mengaku telah menutup layanan mereka kemarin, sebagai antisipasi pentupan paksa. Jon Callas, co-pendiri Silent Circle Inc, mengatakan dalam akun Twitter-nya, bahwa layanan email mereka telah ditutup.
”Kami melihat tulisan di dinding, dan kami telah memutuskan bahwa yang terbaik bagi kami adalah menutup Silent Mail sekarang. Kami belum menerima panggilan dari pengadilan, surat perintah, surat keamanan, atau apa pun oleh pemerintah,” tulis Callas pada blog-nya.
”Saya telah dipaksa untuk membuat keputusan yang sulit. Karena menjadi terlibat dalam kejahatan terhadap rakyat Amerika. Kita mulai dari awal, setelah hampir 10 tahun berkerja keras, dan akhirnya menutup Lavabit,” kata Lavabit LLC, pemilik Ladar Levison yang menulis dalam sebuah surat yang diposting di website perusahaannya, seperti dikutip Reuters, Jumat (9/8/2013).
Pihak Levison mengaku, ia telah memutuskan untuk menghentikan operasional layanan email. Mereka dilarang membahas kasus itu. Layanan email perusahaan itu, selama ini diyakni dipakai whistleblower NSA, Edward Snowden yang kini berada di Rusia setelah ia mendapat suaka dari pemerintah Vladimir Putin.
Departemen Kehakiman AS tidak berkomentar atas kasus itu. Sementara itu, seorang eksekutif penyedia layanan email terkenal juga mengaku telah menutup layanan mereka kemarin, sebagai antisipasi pentupan paksa. Jon Callas, co-pendiri Silent Circle Inc, mengatakan dalam akun Twitter-nya, bahwa layanan email mereka telah ditutup.
”Kami melihat tulisan di dinding, dan kami telah memutuskan bahwa yang terbaik bagi kami adalah menutup Silent Mail sekarang. Kami belum menerima panggilan dari pengadilan, surat perintah, surat keamanan, atau apa pun oleh pemerintah,” tulis Callas pada blog-nya.
(esn)