Remaja AS tewas setelah ditembak pakai pistol setrum
Jum'at, 09 Agustus 2013 - 09:47 WIB
Remaja AS tewas setelah ditembak pakai pistol setrum
A
A
A
Sindonews.com – Remaja Florida AS, Israel Hernandez-Llach, 18, meninggal, setelah ia ditembak polisi dengan pistol setrum. Musababnya, remaja itu tertangkap tangan moncoret-coret bangunan tak terpakai di Miami Beach, Florida, Selasa lalu.
Remaja itu, merupakan anggota keluarga seniman grafiti. Keluarganya menuntut penyelidikan independen atas kematian Hernandez-LIach.
Polisi mengatakan, petugas menangkap remaja yang merupakan imigran asal Kolombia itu dengan menggunakan senjata kejut listrik, setelah ia mencoba untuk melarikan diri. Setelah ditahan, ia mengalami gangguan medis, dan akhirnya dinyatakan meninggal.
Hernandez-Llach, yang baru saja lulus dari sekolah tinggi, ditembak di dada dengan pistol setrum setelah polisi melihat dia menorehkan cat pada bangunan restoran McDonald yang sudah tutup.
Teman Hernandez-Llach kepada Miami Herald, mengaku ia melihat polisi bermain-main dengan senjata listrik itu untuk menundukkan korban.
Kepala Polisi Miami Beach, Raymond Martinez, mengatakan pihaknya sedang menyelidiki insiden itu. Ia juga menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban.
Sementara, keluarga korban kemarin menggelar jumpa pers untuk menuntut penyelidikan independen yang dipimpin oleh lembaga eksternal. Orang tua korban, Israel Hernandez-Bandera, mengatakan kematian anaknya adalah tindakan barbarisme.
”Tidak ada pembenaran untuk tindakan semacam ini. Dan Ini termasuk pelanggaran tingkat dua," kata Jason Kreiss, seorang pengacara yang mewakili keluarga korban, seperti dikutip BBC, Jumat (9/8/2013).
Remaja itu, merupakan anggota keluarga seniman grafiti. Keluarganya menuntut penyelidikan independen atas kematian Hernandez-LIach.
Polisi mengatakan, petugas menangkap remaja yang merupakan imigran asal Kolombia itu dengan menggunakan senjata kejut listrik, setelah ia mencoba untuk melarikan diri. Setelah ditahan, ia mengalami gangguan medis, dan akhirnya dinyatakan meninggal.
Hernandez-Llach, yang baru saja lulus dari sekolah tinggi, ditembak di dada dengan pistol setrum setelah polisi melihat dia menorehkan cat pada bangunan restoran McDonald yang sudah tutup.
Teman Hernandez-Llach kepada Miami Herald, mengaku ia melihat polisi bermain-main dengan senjata listrik itu untuk menundukkan korban.
Kepala Polisi Miami Beach, Raymond Martinez, mengatakan pihaknya sedang menyelidiki insiden itu. Ia juga menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban.
Sementara, keluarga korban kemarin menggelar jumpa pers untuk menuntut penyelidikan independen yang dipimpin oleh lembaga eksternal. Orang tua korban, Israel Hernandez-Bandera, mengatakan kematian anaknya adalah tindakan barbarisme.
”Tidak ada pembenaran untuk tindakan semacam ini. Dan Ini termasuk pelanggaran tingkat dua," kata Jason Kreiss, seorang pengacara yang mewakili keluarga korban, seperti dikutip BBC, Jumat (9/8/2013).
(esn)