Pasukan Suriah & pemberontak bentrok sengit di Aleppo
Rabu, 07 Agustus 2013 - 14:52 WIB
Pasukan Suriah & pemberontak bentrok sengit di Aleppo
A
A
A
Sindonews.com - Bentrokan sengit antara pasukan loyalis Presiden Bashar al-Assad dengan pemberontak Suriah, terjadi pada Rabu (7/8/2013), di pinggir kota Aleppo utara. Bentrokan itu pecah, sehari setelah pemberontak menyerbu sebuah pangkalan udara di dekatnya.
Selain bentrokan, juga terjadi ledakan mematikan yang mengguncang kota Raqa. ”Bentrokan antara pmberontak melawan pasukan rezim Suriah pecah di dekat gedung intelijen Angkatan Udara di daerah Layramun, di tepi Aleppo,” kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia dalam sebuah pernyataan.
Kelompok yang terlibat dalam bentrokan itu, salah satunya kelompok Islam garis keras, Al-Nusra. Seorang aktivis di Aleppo mengatakan insiden terjadi setelah pemberontak mencoba untuk maju masuk wilayah Nabul dan Zahraa, wilayah yang dihuni mayoritas warga Syiah di Aleppo. Wilayah itu kini menjadi benteng pertahanan rezim Presiden Assad.
Perang itu dianggap sebagai konflik sektarian. Sebab, sebagian besar pemberontak Suriah, adalah kaum Sunni. Sedangkan kubu rezim Assad sebagian besar adalah masyarakat Alawit, sebuah sekter cabang Syiah.
”Sekitar 300 pejuang yang telah berjuang untuk wilayah Minnigh, sekarang bebas untuk melawan di tempat lain," kata Mohammed, seorang aktivis di Aleppo Media Centre. Menurut pihak Observatorium, di tempat lain juga terjadi ledakan yang mengguncang kota Raqa utara. Tiga orang tewas, termasuk dua anak-anak.
Selain bentrokan, juga terjadi ledakan mematikan yang mengguncang kota Raqa. ”Bentrokan antara pmberontak melawan pasukan rezim Suriah pecah di dekat gedung intelijen Angkatan Udara di daerah Layramun, di tepi Aleppo,” kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia dalam sebuah pernyataan.
Kelompok yang terlibat dalam bentrokan itu, salah satunya kelompok Islam garis keras, Al-Nusra. Seorang aktivis di Aleppo mengatakan insiden terjadi setelah pemberontak mencoba untuk maju masuk wilayah Nabul dan Zahraa, wilayah yang dihuni mayoritas warga Syiah di Aleppo. Wilayah itu kini menjadi benteng pertahanan rezim Presiden Assad.
Perang itu dianggap sebagai konflik sektarian. Sebab, sebagian besar pemberontak Suriah, adalah kaum Sunni. Sedangkan kubu rezim Assad sebagian besar adalah masyarakat Alawit, sebuah sekter cabang Syiah.
”Sekitar 300 pejuang yang telah berjuang untuk wilayah Minnigh, sekarang bebas untuk melawan di tempat lain," kata Mohammed, seorang aktivis di Aleppo Media Centre. Menurut pihak Observatorium, di tempat lain juga terjadi ledakan yang mengguncang kota Raqa utara. Tiga orang tewas, termasuk dua anak-anak.
(esn)