Ketakutan memuncak, warga AS diminta tinggalkan Yaman
Selasa, 06 Agustus 2013 - 16:19 WIB
Ketakutan memuncak, warga AS diminta tinggalkan Yaman
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS), pada Selasa (6/8/2013) mengeluarkan instruksi kepada warganya yang berada di Yaman untuk cepat meninggalkan negara itu. Para staf pemerintah AS di Yaman juga diperintahkan untuk membantu mengevakuasi warga AS dari Yaman, setelah ancaman adanya serangan kelompok al-Qaeda semakin meningkat.
Dalam sebuah pernyataan, Departemen Luar Negeri AS juga memerintahkan staf pemerintah AS non-darurat di Yaman untuk meninggalkan negara itu. Ketakutan Pemerintah AS semakin memuncak, setelah serangan pesawat tak berawak (drone) AS membunuh empat anggota al-Qaeda di Yaman pada Selasa pagi.
”Departemen mendesak warga AS untuk menunda perjalanan ke Yaman dan orang-orang warga AS saat ini tinggal di Yaman untuk segera meninggalkan negara itu,” bunyi pernyataan Departemen Luar Negeri AS dalam situs resminya, seperti dikutip Reuters.
”Pada tanggal 6 Agustus 2013, Departemen Luar Negeri memerintahkan personel pemerintah AS non-darurat untuk cepat pergi dari Yaman, karena ada potensi serangan teroris,” lanjut pernyataan itu.
Sebelumnya, militer AS melakukan serangan dengan pesawat nirawak atau drone di Yaman, yang menewaskan empat militan al-Qaeda. Di antara mereka yang tewas, adalah salah satu dari 25 operator al-Qaeda yang namanya dirilis pemerintah Yaman kemarin. ”Serangan di bagian timur provinsi Marib Yaman ditargetkan pada kendaraan mereka yang membunuh empat militan,” kata sumber militer AS seperti laporan kantor berita Saba.
Sumber itu menyebut, dua militan yang tewas bernama Saleh al-Tays al-Waeli dan Saleh Ali Guti. Waeli sendiri masuk daftar 25 militan al-Qaeda yang dirilis, karena diduga ikut dalam rencana teror besar al-Qaeda pada bulan ini.
Dalam sebuah pernyataan, Departemen Luar Negeri AS juga memerintahkan staf pemerintah AS non-darurat di Yaman untuk meninggalkan negara itu. Ketakutan Pemerintah AS semakin memuncak, setelah serangan pesawat tak berawak (drone) AS membunuh empat anggota al-Qaeda di Yaman pada Selasa pagi.
”Departemen mendesak warga AS untuk menunda perjalanan ke Yaman dan orang-orang warga AS saat ini tinggal di Yaman untuk segera meninggalkan negara itu,” bunyi pernyataan Departemen Luar Negeri AS dalam situs resminya, seperti dikutip Reuters.
”Pada tanggal 6 Agustus 2013, Departemen Luar Negeri memerintahkan personel pemerintah AS non-darurat untuk cepat pergi dari Yaman, karena ada potensi serangan teroris,” lanjut pernyataan itu.
Sebelumnya, militer AS melakukan serangan dengan pesawat nirawak atau drone di Yaman, yang menewaskan empat militan al-Qaeda. Di antara mereka yang tewas, adalah salah satu dari 25 operator al-Qaeda yang namanya dirilis pemerintah Yaman kemarin. ”Serangan di bagian timur provinsi Marib Yaman ditargetkan pada kendaraan mereka yang membunuh empat militan,” kata sumber militer AS seperti laporan kantor berita Saba.
Sumber itu menyebut, dua militan yang tewas bernama Saleh al-Tays al-Waeli dan Saleh Ali Guti. Waeli sendiri masuk daftar 25 militan al-Qaeda yang dirilis, karena diduga ikut dalam rencana teror besar al-Qaeda pada bulan ini.
(esn)