Bocoran komunikasi: al-Qaeda tebar teror besar ke AS
Senin, 05 Agustus 2013 - 09:17 WIB
Bocoran komunikasi: al-Qaeda tebar teror besar ke AS
A
A
A
Sindonews.com – Ketakutan pemerintah AS terhadap informasi ancaman serangan teroris al-Qaeda semakin meningkat. Setidaknya 25 kedutaan besar dan konsulat AS di Timur Tengah, Afrika Utara, dan sekitarnya ditutup pada Minggu (4/8/2013), kemarin.
Seorang pejabat senior AS, kepada ABC News, mengungkakan, ia menerima informasi dari hasil sadapan komunikasi operator al-Qaeda. Isinya, kelompok itu menyiapkan serangan besar terhadap AS. ”Dan strategis secara siginifikan,” kata pejabat senior AS yang diwawancarai dengan syarat anonim.
”Bagian yang mengkhawatirkan adalah dari bocoran komunikasi udara mereka,” imbuh pejabat itu, yang menyebut kelompok yang menebar teror besar adalah al-Qaeda di Semenanjung Arab.
Kendati demikian, pejabat itu tidak mengetahui pasati target serangan al-Qaeda. ”Kami tidak tahu apakah mereka akan menyerang kedutaan, pangkalan udara, pesawat terbang, atau kereta api,” ujarnya.
Informasi adanya teror besar itu, juga diterima anggota Parlemen Komite Intelijen AS, Dutch Ruppersberger. Menurutnya, dari hasil sadapan komunikasi, terungkap jika kelompok al-Qaeda tengah merencanakan serangan besar.
”Kami menerima informasi bahwa orang-orang tingkat tinggi dari al-Qaeda di Semenanjung Arab berbicara tentang serangan besar," kata Ruppersberger. ”Ini (yang berkomunikasi) adalah orang-orang di jajaran tingkat tinggi.”
”Ini adalah ancaman yang sangat kredibel. Apa yang harus kita lakukan sekarang adalah hal yang paling penting bagaimana melindungi warga Amerika di seluruh dunia,” kata Ruppersberger.
Departemen Luar Negeri AS menyatakan jumlah kedutaan besar dan konsulat AS di luar negeri yang ditutup terkait teror al-Qaeda bertambah menjadi 25 titik. ”Ini bukan indikasi ancaman baru, ini hanya komitmen kami untuk berhati-hati dan mengambil langkah yang tepat untuk melindungi karyawan, termasuk karyawan lokal dan pengunjung ke fasilitas kami," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki dalam sebuah pernyataan.
Seorang pejabat senior AS, kepada ABC News, mengungkakan, ia menerima informasi dari hasil sadapan komunikasi operator al-Qaeda. Isinya, kelompok itu menyiapkan serangan besar terhadap AS. ”Dan strategis secara siginifikan,” kata pejabat senior AS yang diwawancarai dengan syarat anonim.
”Bagian yang mengkhawatirkan adalah dari bocoran komunikasi udara mereka,” imbuh pejabat itu, yang menyebut kelompok yang menebar teror besar adalah al-Qaeda di Semenanjung Arab.
Kendati demikian, pejabat itu tidak mengetahui pasati target serangan al-Qaeda. ”Kami tidak tahu apakah mereka akan menyerang kedutaan, pangkalan udara, pesawat terbang, atau kereta api,” ujarnya.
Informasi adanya teror besar itu, juga diterima anggota Parlemen Komite Intelijen AS, Dutch Ruppersberger. Menurutnya, dari hasil sadapan komunikasi, terungkap jika kelompok al-Qaeda tengah merencanakan serangan besar.
”Kami menerima informasi bahwa orang-orang tingkat tinggi dari al-Qaeda di Semenanjung Arab berbicara tentang serangan besar," kata Ruppersberger. ”Ini (yang berkomunikasi) adalah orang-orang di jajaran tingkat tinggi.”
”Ini adalah ancaman yang sangat kredibel. Apa yang harus kita lakukan sekarang adalah hal yang paling penting bagaimana melindungi warga Amerika di seluruh dunia,” kata Ruppersberger.
Departemen Luar Negeri AS menyatakan jumlah kedutaan besar dan konsulat AS di luar negeri yang ditutup terkait teror al-Qaeda bertambah menjadi 25 titik. ”Ini bukan indikasi ancaman baru, ini hanya komitmen kami untuk berhati-hati dan mengambil langkah yang tepat untuk melindungi karyawan, termasuk karyawan lokal dan pengunjung ke fasilitas kami," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki dalam sebuah pernyataan.
(esn)