Kelompok HAM desak Mesir selidiki penyiksaan terhadap loyalis Morsi
Sabtu, 03 Agustus 2013 - 18:13 WIB
Kelompok HAM desak Mesir selidiki penyiksaan terhadap loyalis Morsi
A
A
A
Sindonews.com - Kelompok penggiat Hak Asasi Manusia (HAM) Amnesti International menyerukan Pemerintah Mesir segera menggelar penyelidikan atas dugaan penyiksaam terhadap pendukung mantan Presiden Mesir Mohammed Morsi, Jumat (3/8/2013).
"Bukti, termasuk kesaksian korban, menunjukan bahwa pendukung Morsi telah menjadi korban penyiksaan dari lawan politiknya," ungkap Amnesti International dalam sebuah pernyataan.
Amnesti International mengatakan, para pemimpin kelompok Islam telah dipukuli, ditangkap, disetrum dengan listrik atau ditikam oleh para penentang Morsi. Menanggapi laporan itu, Wakil Direktur Utama Amnesti International untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Hassiba Hadj Sahraoui mengatakan, "Tuduhan penyiksaan yang dilakukan oleh seorang individu dan harus segera dihentikan."
Sahraoui memperingatkan,, bagaimanapun pemerintah sementara Mesir tidak harus menggunakan cara penyiksaan untuk memberikan hukuman secara kolektif kepada semua pendukung Morsi atau menggunakan kekerasan berlebihkan untuk membubarkan mereka yang sedang duduk dan melakukan aksi protes.
Selama sepekan, setelah Morsi dilengserkan pada 3 Juli 2013 lalu, berdasarkan hasil laporan media, Rumah Sakit al- Adawiya Square, sejak pendukung Morsi melancarkan protes pada 28 Juni lalu, tercatat sudah 200 pendukung Morsi tewas. Sementara itu, lebih dari 4.500 pendukung Morsi mengalami luka-luka.
"Bukti, termasuk kesaksian korban, menunjukan bahwa pendukung Morsi telah menjadi korban penyiksaan dari lawan politiknya," ungkap Amnesti International dalam sebuah pernyataan.
Amnesti International mengatakan, para pemimpin kelompok Islam telah dipukuli, ditangkap, disetrum dengan listrik atau ditikam oleh para penentang Morsi. Menanggapi laporan itu, Wakil Direktur Utama Amnesti International untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Hassiba Hadj Sahraoui mengatakan, "Tuduhan penyiksaan yang dilakukan oleh seorang individu dan harus segera dihentikan."
Sahraoui memperingatkan,, bagaimanapun pemerintah sementara Mesir tidak harus menggunakan cara penyiksaan untuk memberikan hukuman secara kolektif kepada semua pendukung Morsi atau menggunakan kekerasan berlebihkan untuk membubarkan mereka yang sedang duduk dan melakukan aksi protes.
Selama sepekan, setelah Morsi dilengserkan pada 3 Juli 2013 lalu, berdasarkan hasil laporan media, Rumah Sakit al- Adawiya Square, sejak pendukung Morsi melancarkan protes pada 28 Juni lalu, tercatat sudah 200 pendukung Morsi tewas. Sementara itu, lebih dari 4.500 pendukung Morsi mengalami luka-luka.
(esn)