Polisi Mesir tangkap 2 petinggi partai Wasat
Senin, 29 Juli 2013 - 21:04 WIB
Polisi Mesir tangkap 2 petinggi partai Wasat
A
A
A
Sindonews.com - Polisi Mesir hari ini menangkap dua pemimpin partai islam yang berafiliasi dengan mantan Presiden Mohamed Morsi yang dikudeta oleh militer Mesir. Demikian dilansir MENA, kantor berita Mesir, Senin (29/7/2013).
Sebuah sumber mengatakan kepada kantor berita MENA, bahwa pemimpin partai Wasat, Aboul-Ela Madi dan wakilnya, Essam Sultan dicari oleh jaksa dan ditangkap saat berada di apartemenya, di Distrik Moqattam, Kairo. Keduanya kini dpindahkan ke penjara Tora, tempat yang sama di mana Morsi ditahan.
Saat penangkapan, polisi Mesir menemukan sejumlah uang dalam mata uang dolar dan euro di dalam apartemen mereka. Partai Wasat adalah partai Islam moderat dan sangat membela kelompok Ikhwanul Muslim, kelompok muslim dari mana Morsi berasal.
Ketegangan telah meningkat di Mesir, sejak kepala angkatan bersenjata Mesir, Jenderal Abdel Fattah al-Sisi-, mengumumkan pada 3 Juli bahwa Morsi tidak lagi menjabat sebagai presiden Mesir. Ia juga membekukan konstitusi dan membubarkan parlemen.
Sumber keamanan Mesir menyatakan, Pada Minggu kemarin, tiga orang tewas dalam bentrokan antara pendukung dan penentang Morsi di kota Port Said dan Kafr El-Zayat. PBB telah mengutuk keras munculnya kekerasan di Mesir. Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon menyerukan pada semua pihak untuk menahan diri secara maksimum.
Sebuah sumber mengatakan kepada kantor berita MENA, bahwa pemimpin partai Wasat, Aboul-Ela Madi dan wakilnya, Essam Sultan dicari oleh jaksa dan ditangkap saat berada di apartemenya, di Distrik Moqattam, Kairo. Keduanya kini dpindahkan ke penjara Tora, tempat yang sama di mana Morsi ditahan.
Saat penangkapan, polisi Mesir menemukan sejumlah uang dalam mata uang dolar dan euro di dalam apartemen mereka. Partai Wasat adalah partai Islam moderat dan sangat membela kelompok Ikhwanul Muslim, kelompok muslim dari mana Morsi berasal.
Ketegangan telah meningkat di Mesir, sejak kepala angkatan bersenjata Mesir, Jenderal Abdel Fattah al-Sisi-, mengumumkan pada 3 Juli bahwa Morsi tidak lagi menjabat sebagai presiden Mesir. Ia juga membekukan konstitusi dan membubarkan parlemen.
Sumber keamanan Mesir menyatakan, Pada Minggu kemarin, tiga orang tewas dalam bentrokan antara pendukung dan penentang Morsi di kota Port Said dan Kafr El-Zayat. PBB telah mengutuk keras munculnya kekerasan di Mesir. Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon menyerukan pada semua pihak untuk menahan diri secara maksimum.
(esn)