Manning dituduh sengaja bocorkan rahasia AS pada musuh
Kamis, 25 Juli 2013 - 17:00 WIB
Manning dituduh sengaja bocorkan rahasia AS pada musuh
A
A
A
Sindonews.com - Pengadilan militer AS menuduh Pratu Bradley Manning, 25, sengaja membocorkan data rahasia AS kepada musuh. Prajurit AS itu membocorkan lebih dari 70 ribu dokumen rahasia AS terkait perang di Irak dan Afghanistan kepada situs anti-kerahasiaan, WikiLeaks.
Jaksa menilai tindakan Manning sembrono dan arogan. Ulahnya dianggap tindakan pembocoran rahasia AS terbesar dalam sejarah bangsa. Manning yang mengklaim tindakannya bermaksud baik, dianggap naïf.
Ia terancam tuduhan serius, yakni membantu musuh dengan konsekuensi dapat hukuman penjara seumur hidup. Kolonel Angkatan Darat, Denise Lind, yang memimpin persidangan, mengatakan,dalam pelatihan militer Manning sudah dijelaskan bahwa, setiap informasi yang dirilis ke intenet bisa jatuh ke tangan musuh. ”Dia sengaja menyediakan (data) intelijen kepada musuh,” kata Lind, seperti dikutip Reuters, Kamis (25/7/2013).
Manning ditangkap pada Mei 2010 saat bertugas di Irak. Pada bulan Februari, ia mengaku bersalah atas tuduhan yang lebih ringan, termasuk menyalahgunakan informasi rahasia, seperti database militer di Irak dan Afghanistan dan pembocoran file yang berkaitan dengan tahanan di Teluk Guantanamo.
Manning memilih untuk diadili oleh hakim militer. Para pembela Manning mencoba menggambarkan maksud Manning membocorkan data rahasia itu, dengan tujuan baik. Pada bulan Februari, Manning membaca pembelaan dirinya sebanyak 35 halaman yang berisi alasan mengapa dia merilis informasi rahasia ke WikiLeaks.
”Saya percaya, bahwa jika masyarakat umum memiliki akses ke Informasi ini bisa memicu perdebatan di dalam negeri, mengenai peran kebijakan militer dan luar negeri pada umumnya,” ujar Manning.
Jaksa menilai tindakan Manning sembrono dan arogan. Ulahnya dianggap tindakan pembocoran rahasia AS terbesar dalam sejarah bangsa. Manning yang mengklaim tindakannya bermaksud baik, dianggap naïf.
Ia terancam tuduhan serius, yakni membantu musuh dengan konsekuensi dapat hukuman penjara seumur hidup. Kolonel Angkatan Darat, Denise Lind, yang memimpin persidangan, mengatakan,dalam pelatihan militer Manning sudah dijelaskan bahwa, setiap informasi yang dirilis ke intenet bisa jatuh ke tangan musuh. ”Dia sengaja menyediakan (data) intelijen kepada musuh,” kata Lind, seperti dikutip Reuters, Kamis (25/7/2013).
Manning ditangkap pada Mei 2010 saat bertugas di Irak. Pada bulan Februari, ia mengaku bersalah atas tuduhan yang lebih ringan, termasuk menyalahgunakan informasi rahasia, seperti database militer di Irak dan Afghanistan dan pembocoran file yang berkaitan dengan tahanan di Teluk Guantanamo.
Manning memilih untuk diadili oleh hakim militer. Para pembela Manning mencoba menggambarkan maksud Manning membocorkan data rahasia itu, dengan tujuan baik. Pada bulan Februari, Manning membaca pembelaan dirinya sebanyak 35 halaman yang berisi alasan mengapa dia merilis informasi rahasia ke WikiLeaks.
”Saya percaya, bahwa jika masyarakat umum memiliki akses ke Informasi ini bisa memicu perdebatan di dalam negeri, mengenai peran kebijakan militer dan luar negeri pada umumnya,” ujar Manning.
(esn)