Korban tewas kereta api maut di Spanyol menjadi 77 orang
Kamis, 25 Juli 2013 - 16:20 WIB
Korban tewas kereta api maut di Spanyol menjadi 77 orang
A
A
A
Sindonews.com- Jumlah korban tewas akibat kecelakaan kereta api maut di Spanyol bertambah menjadi 77 orang. Sedangkan korban luka-luka lebih dari 140 orang. Pejabat setempat menyatakan kecelakaan itu merupakan bencana transportasi terburuk dalam 40 tahun terakhir.
Pemerintah mengklaim, hanya empat gerbong yang terbalik dalam insiden Rabu malam. Sebelumnya, versi operator kereta api, Renfe, ada delapan gerbong yang terbalik setelah kereta api itu tergelincir. Beberapa saksi mata, pada Kamis (25/7/2013), mengaku mendengar ledakan keras saat kecelakaan terjadi.
”Saya berada di rumah dan saya mendengar sesuatu seperti sambaran petir, Itu sangat keras dan ada banyak asap," kata Maria Teresa Ramos, 62, warga yang tinggal hanya beberapa meter dari lokasi kejadian. ”Ini bencana, orang menangis keluar. Tidak ada yang pernah melihat sesuatu seperti ini.”
Warga lainnya, Martin Rozas, 39, ikut membantu mengevakuasi korban yang terluka dari puing-puing dan tumpukan para penumpang yang mennggal. ”Rasanya seperti gempa bumi," katanya, seperti dikutip Fox News.
Kecelakaan itu terjadi semalam, pada pukul 20.42 waktu setempat (pukul 18.42 waktu GMT), saat kereta yang membawa 218 penumpang dan empat staf akan memasuki stasiun Santiago de Compostela, di wilayah barat laut Galicia.
Beberapa media setempat menyatakan, kereta tersebut tergelincir karena ngebut dengan kecepatan dua kali lipat dari kecepatan normal. Namun juru bicara bagi Perusahaan Kereta Api Negara, Renfe, mengatakan, terlalu dini untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan itu.
”Ada penyelidikan yang sedang berlangsung dan kita harus menunggu. Kita akan tahu apa kecepatan kereta sangat cepat, ketika kita berkonsultasi dengan temuan kotak hitam kereta," kata juru bicara Renfe.
Perdana Menteri Mariano Rajoy, tiba di Santiago de Compostela, untuk mengunjungi lokasi kecelakaan. "Saya ingin mengungkapkan kasih sayang dan solidaritas dengan para korban kecelakaan kereta api yang mengerikan di Santiago," katanya dalam akun Twitter-nya.
Pemerintah mengklaim, hanya empat gerbong yang terbalik dalam insiden Rabu malam. Sebelumnya, versi operator kereta api, Renfe, ada delapan gerbong yang terbalik setelah kereta api itu tergelincir. Beberapa saksi mata, pada Kamis (25/7/2013), mengaku mendengar ledakan keras saat kecelakaan terjadi.
”Saya berada di rumah dan saya mendengar sesuatu seperti sambaran petir, Itu sangat keras dan ada banyak asap," kata Maria Teresa Ramos, 62, warga yang tinggal hanya beberapa meter dari lokasi kejadian. ”Ini bencana, orang menangis keluar. Tidak ada yang pernah melihat sesuatu seperti ini.”
Warga lainnya, Martin Rozas, 39, ikut membantu mengevakuasi korban yang terluka dari puing-puing dan tumpukan para penumpang yang mennggal. ”Rasanya seperti gempa bumi," katanya, seperti dikutip Fox News.
Kecelakaan itu terjadi semalam, pada pukul 20.42 waktu setempat (pukul 18.42 waktu GMT), saat kereta yang membawa 218 penumpang dan empat staf akan memasuki stasiun Santiago de Compostela, di wilayah barat laut Galicia.
Beberapa media setempat menyatakan, kereta tersebut tergelincir karena ngebut dengan kecepatan dua kali lipat dari kecepatan normal. Namun juru bicara bagi Perusahaan Kereta Api Negara, Renfe, mengatakan, terlalu dini untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan itu.
”Ada penyelidikan yang sedang berlangsung dan kita harus menunggu. Kita akan tahu apa kecepatan kereta sangat cepat, ketika kita berkonsultasi dengan temuan kotak hitam kereta," kata juru bicara Renfe.
Perdana Menteri Mariano Rajoy, tiba di Santiago de Compostela, untuk mengunjungi lokasi kecelakaan. "Saya ingin mengungkapkan kasih sayang dan solidaritas dengan para korban kecelakaan kereta api yang mengerikan di Santiago," katanya dalam akun Twitter-nya.
(esn)