Panglima Mesir desak pengujuk rasa perangi terorisme & kekerasan
Rabu, 24 Juli 2013 - 20:50 WIB
Panglima Mesir desak pengujuk rasa perangi terorisme & kekerasan
A
A
A
Sindonews.com - Seorang jenderal yang memimpin kudeta terhadap mantan presiden Mesir, Mohammed Morsi, sekaligus Panglima Militer Mesir, Jenderal Abdel Fattah al-Sisi menyerukan para pengunjuk rasa agar memberi dia mandat untuk memerangi terorisme dan kekerasan, Rabu (24/7/2013).
"Jumat besok, semua warga Mesir harus turun ke jalan untuk memberikan saya mandat dan perintah untuk melawan aksi terorisme dan kekerasan yang terus terjadi," ungkap Fattah, disiarkan langsung dalam Tv pemerintah Mesir, hari ini.
Seruan Fattah datang di sela-sela upacara wisuda taruna Mesir, beberapa jam setelah terjadi serangan bom di kantor polisi. Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan, ledakan bom itu menewaskan seorang wajib militer.
Sebelum dkudeta, Fattah sempat memperingatkan Morsi, bahwa ia harus mengundurkan diri atau mengadakan referendum. Fattah mengaku sebelumnya seorang pembantu Morsi sempat menakut-nakuti dia. "Jika sesuatu sampai terjadi, maka ada banyak kelompok bersenjata yang akan melancarkan serangan," ujarnya.
Sampai hari ini, bentrok antara pendukung dan penentang Morsi terus terjadi di Mesir. Selama sepekan, setelah Morsi dilengserkan pada 3 Juli 2013 lalu, tercatat lebih dari 50 orang pendukungnya terbunuh dalam kekerasan di Mesir. Bentrokan ratusan pendukung Morsi dengan polisi kemarin, diwarnai dengan pemblokiran jembatan utama di Kairo, namun tidak bertahan lama.
Dalam aksinya, para demonstran pro Morsi dalam aksinya memanggil-manggil nama kepala angkatan bersenjata Mesir, Jenderal Abdel Fattah al-Sisi yang dianggap paling bertanggung jawab dalam pelengseran Morsi
Keluarga Morsi, awal pekan ini mengaku akan mengambil tindakan hukum melawan militer negara itu. Menurut mereka, tentara tak punya hak untuk menahan Morsi. Putra Morsi mengatakan, keluarga akan segera mengambil tindakan hukum di dalam negeri Mesir dan di tingkat internasional.
"Jumat besok, semua warga Mesir harus turun ke jalan untuk memberikan saya mandat dan perintah untuk melawan aksi terorisme dan kekerasan yang terus terjadi," ungkap Fattah, disiarkan langsung dalam Tv pemerintah Mesir, hari ini.
Seruan Fattah datang di sela-sela upacara wisuda taruna Mesir, beberapa jam setelah terjadi serangan bom di kantor polisi. Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan, ledakan bom itu menewaskan seorang wajib militer.
Sebelum dkudeta, Fattah sempat memperingatkan Morsi, bahwa ia harus mengundurkan diri atau mengadakan referendum. Fattah mengaku sebelumnya seorang pembantu Morsi sempat menakut-nakuti dia. "Jika sesuatu sampai terjadi, maka ada banyak kelompok bersenjata yang akan melancarkan serangan," ujarnya.
Sampai hari ini, bentrok antara pendukung dan penentang Morsi terus terjadi di Mesir. Selama sepekan, setelah Morsi dilengserkan pada 3 Juli 2013 lalu, tercatat lebih dari 50 orang pendukungnya terbunuh dalam kekerasan di Mesir. Bentrokan ratusan pendukung Morsi dengan polisi kemarin, diwarnai dengan pemblokiran jembatan utama di Kairo, namun tidak bertahan lama.
Dalam aksinya, para demonstran pro Morsi dalam aksinya memanggil-manggil nama kepala angkatan bersenjata Mesir, Jenderal Abdel Fattah al-Sisi yang dianggap paling bertanggung jawab dalam pelengseran Morsi
Keluarga Morsi, awal pekan ini mengaku akan mengambil tindakan hukum melawan militer negara itu. Menurut mereka, tentara tak punya hak untuk menahan Morsi. Putra Morsi mengatakan, keluarga akan segera mengambil tindakan hukum di dalam negeri Mesir dan di tingkat internasional.
(esn)