Kisah warga Korea yang terpisah 60 tahun pasca-perang

Rabu, 24 Juli 2013 - 18:46 WIB
Kisah warga Korea yang...
Kisah warga Korea yang terpisah 60 tahun pasca-perang
A A A
Sindonews.com – Di rumahnya, Gyeongsan, Korea Selatan (Korsel) Hong Jong Soon,88, saban hari memandang ke luar jendela selama berjam-jam. Kebiasaan itu sudah berlangsung 60 tahun sejak suaminya menghilang ketika menjalani wajib militer Korsel tahun 1950. Dari jendela itu, Gyeongsan berharap sang suami pulang.

Suaminya yang menghilang, diyakini diculik untuk bergabung ke Korut, selama perang Korea terjadi. Sejak suaminya menghilang, Hong tidak pernah menikah lagi. Bahkan ia tidak mau mengubah tempat pelaminan mereka saat menikah, karena takut suaminya linglung ketika pulang.

”Saya tidak akan menyesal jika saya bisa melihatnya sebelum saya mati, bahkan jika itu hanya sekali saja," ujar Hong, saat diwawancarai Minggu lalu, di rumahnya yang berjarak 330 kilometer sebelah tenggara Seoul, seperti dikutip Fox News, Rabu (24/7/2013).

Enam dekade setelah pertempuran berhenti, Lansia Korea itu dipisahkan dari orang yang ia cintai. Hong tidak yakin bisa melihat kerabatnya yang lain menjelang kematiannya kelak.

Jutaan keluarga telah terpisah sejak perang Korea 1950-1953, yang ditandai dengan gerakan pengungsian besar-besaran. Kebanyakan dari mereka bahkan tidak tahu apakah kerabat mereka masih hidup atau telah tiada. Sebab, kedua negara melarang warganya bertukar email dan nomor telepon.

Sekitar 22 ribu warga dua Korea menjalani reuni keluarga singkat beberapa tahun lalu. Tapi, momen itu berakhir, pada 2010 ketika ketegangan dua Korea meningkat lagi. Sebuah proposal untuk melanjutkan reuni yang dibahas dua pemerintah pun macet.

”Harapanku sedikit hancur," kata Cho Il Woong, 81, yang meninggalkan ibunya, dan adik-adiknya, ketika ia dan ayahnya melarikan diri ke Korsel untuk menghindari perekrutan tentara Korut. ”Orang mengatakan, waktu akan menyembuhkan segalanya. Waktu telah berlalu, tetapi belum sembuh-sembuh.”

Sebagian besar orang yang mengajukan izin reuni berusia lebih dari 70 tahun. Sekitar 129 ribu orang yang mengajukan izin itu telah meninggal, karena tak kunjung terlaksana.
(esn)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Siap Perang Lawan Korsel,...
Siap Perang Lawan Korsel, 1,4 Juta Anak Muda Korut Daftar Tentara
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Malaysia-Korea Utara...
Malaysia-Korea Utara Putus Hubungan Diplomatik
Korea Selatan Beri Sanksi...
Korea Selatan Beri Sanksi pada Korea Utara
Kim Jong Un Cek Pabrik...
Kim Jong Un Cek Pabrik Militer Korut, Ada Rudal Taktis
Berita Terkini
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
45 menit yang lalu
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
1 jam yang lalu
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
1 jam yang lalu
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
2 jam yang lalu
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dikuburkan Hari Ini di Tengah Serangan AS terhadap Iran
2 jam yang lalu
AS Diperkirakan Akan...
AS Diperkirakan Akan Pasok 6 Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
3 jam yang lalu
Infografis
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved