Meningkat, jumlah perempuan Afghanistan yang bergabung dengan polisi

Senin, 22 Juli 2013 - 22:31 WIB
Meningkat, jumlah perempuan...
Meningkat, jumlah perempuan Afghanistan yang bergabung dengan polisi
A A A
Sindonews.com – Meskipun ada hambatan budaya, namun saat ini dilaporkan kian banyak kaum perempuan Afghanistan yang mendaftarkan diri untuk bergabung dengan kepolisian negara itu. Hal ini dilakukan kaum perempuan Afghanistan, untuk mengamankan masa depan mereka.

"Saya bergabung dengan Kepolisian Nasional Afghanistan (ANP) untuk membela negara saya. Saya ingin membantu warga kami. Mereka telah menderita karena perang dan konflik selama tiga dekade terakhir. Saya ingin melayani mereka dengan menyediakan lingkungan yang damai," kata seorang polisi wanita Afghanistan, Karima Sabery.

Meningkatnya kaum perempuan yang mendaftar ke kepolisian, terlihat di Provinsi Herat, sebelah barat Afghanistan.

"Dua tahun lalu, hanya tiga perempuan yang terdaftar di pusat pelatihan polisi. Tetapi sekarang, 300 wanita telah menyelesaikan pelatihan dan bergabung dengan kepolisian di Herat dan beberapa puluhan menerima pelatihan di sini pada saat ini," kata Kolonel Mohammad Ibrahim, komandan pusat pelatihan polisi.

"Ini adalah kewajiban warga Afghanistan untuk membela negara mereka. Kita tidak harus bergantung pada pasukan asing yang bertanggung jawab atas keamanan kami. Orang-orang asing tidak diperlukan untuk memberikan keamanan di Afghanistan lagi,” kata Sabery pada Xinhua.

“Sekarang kita telah kuat. Tentara dan polisi kami sepenuhnya siap. Orang-orang asing bisa pergi sekarang," lanjut Sabery.

Pasukan pemerintah mengambil peran utama dalam operasi keamanan dari pasukan AS dan NATO yang dipimpin pada 18 Juni tahun ini. Pasukan keamanan Afghanistan akan mengambil alih tanggung jawab penuh untuk membela negara mereka sendiri ketika pasukan tempur asing akan meninggalkan pada akhir 2014.

Kolonel Ibrahim mengatakan, bahwa polwan menjalani pelatihan selama enam pekan untuk mempelajari penggunaan peralatan, persenjataan dan pertahanan diri, serta hukum Afghanistan. Dia mengatakan kelas untuk polisi wanita terpisah dari laki-laki di pusat pelatihan 640 km sebelah barat ibukota Afghanistan Kabul.

"Melayani bangsa bukan hanya tugas laki-laki. Hal ini juga kewajiban kita (kaum wanita) untuk melayani negara. Kami bertekad untuk melakukannya," kata Zahra Mortazaie, peserta pelatihan lainnya.
(esn)
Berita Terkait
Unjuk Rasa Pengungsi...
Unjuk Rasa Pengungsi Imigran Afghanistan di Batam
Pengungsi Afghanistan...
Pengungsi Afghanistan Demo ke Gedung DPR RI Tuntut Dipindah ke Negara Tujuan
Detik-Detik Pengungsi...
Detik-Detik Pengungsi Afghanistan Bakar Diri Terekam Video Amatir
Pencari Suaka Asal Afghanistan...
Pencari Suaka Asal Afghanistan Dirikan Tenda di Trotoar Kebon Sirih
Pengungsi Afghanistan...
Pengungsi Afghanistan Tiba di Bandara Dulles Virginia
Ratusan Imigran Afghanistan...
Ratusan Imigran Afghanistan Unjuk Rasa di Medan
Berita Terkini
2 Tentaranya Tewas,...
2 Tentaranya Tewas, AS Luncurkan Serangan Baru untuk Menghukum Iran dengan Cepat
3 menit yang lalu
Presiden Donald Trump...
Presiden Donald Trump Sedih 2 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran
39 menit yang lalu
Tambah 2 Lagi, Total...
Tambah 2 Lagi, Total 16 Tentara AS Tewas dalam Perang Melawan Iran
1 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei: Tanda...
Mojtaba Khamenei: Tanda Tangan Trump di MoU AS-Iran Tak Berharga dan Tak Miliki Kredibilitas!
1 jam yang lalu
Pentagon: Serangan Rudal...
Pentagon: Serangan Rudal Iran Tewaskan 2 Tentara AS, 1 Lainnya 1 Hilang
2 jam yang lalu
10 Akademi Militer Terbaik...
10 Akademi Militer Terbaik di Dunia, West Point Paling Bergengsi
3 jam yang lalu
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved