Pasca penembakan demonstran, wilayah Kashmir India lumpuh
Jum'at, 19 Juli 2013 - 23:57 WIB
Pasca penembakan demonstran, wilayah Kashmir India lumpuh
A
A
A
Sindonews.com – Sebagian besar wilayah Kashmir India lumpuh pada Jumat (19/8/2013). Kondisi ini terjadi setelah tewasnya empat demonstran selama aksi protes, Kamis (18/7/2013). Aksi demo ini dilakukan untuk memprotes serangan paramiliter di sebuah sekolah Islam.
Seperti dilaporkan AFP, toko-toko, bank, sekolah, dan kantor pemerintah ditutup, di kota-kota di seluruh wilayah Kashmir. Sebelumnya, seorang pemimpin separatis menyerukan aksi pemogokan selama tiga hari untuk memprotes tewasnya 4 demonstran itu.
Srinagar, kota utama di wilayah ini, menjadi sepi, setelah ratusan polisi dan pasukan paramiliter dikerahkan di jalan-jalan untuk menghentikan demonstrasi-demonstrasi. Meskipun pemerintah belum secara resmi menyatakan jam malam di wilayah itu, namun warga mengaku, mereka tak diperbolehkan melakukan perjalanan untuk bisnis.
"Pagi-pagi, tentara muncul di sekitar lingkungan saya dan melarang orang dari keluar ke jalan-jalan," kata Farhan Ahmed, seorang penduduk dari wilayah Srinagar, melalui telepon. "Hal ini dideklarasikan jam malam," katanya.
Tentara menembaki demonstran pada Kamis, setelah penduduk Distrik Gool berkumpul untuk berdemonstrasi menentang apa yang mereka katakan adalah penodaan Al-Quran oleh tentara selama pencarian tersangka di sebuah madrasah.
Semula, polisi mengatakan, enam pengunjuk rasa tewas dalam penembakan. Tapi, Inspektur Jenderal polisi, Rajesh Kumar, menjelaskan pada Jumat, bahwa hanya empat telah meninggal.
"Faktanya adalah, bahwa jumlah korban tewas adalah empat. Kebingungan muncul, karena kami sibuk dalam berurusan dengan hukum dan ketertiban. Dan juga karena sifat layanan telekomunikasi di daerah pegunungan," kata Kumar.
Seperti dilaporkan AFP, toko-toko, bank, sekolah, dan kantor pemerintah ditutup, di kota-kota di seluruh wilayah Kashmir. Sebelumnya, seorang pemimpin separatis menyerukan aksi pemogokan selama tiga hari untuk memprotes tewasnya 4 demonstran itu.
Srinagar, kota utama di wilayah ini, menjadi sepi, setelah ratusan polisi dan pasukan paramiliter dikerahkan di jalan-jalan untuk menghentikan demonstrasi-demonstrasi. Meskipun pemerintah belum secara resmi menyatakan jam malam di wilayah itu, namun warga mengaku, mereka tak diperbolehkan melakukan perjalanan untuk bisnis.
"Pagi-pagi, tentara muncul di sekitar lingkungan saya dan melarang orang dari keluar ke jalan-jalan," kata Farhan Ahmed, seorang penduduk dari wilayah Srinagar, melalui telepon. "Hal ini dideklarasikan jam malam," katanya.
Tentara menembaki demonstran pada Kamis, setelah penduduk Distrik Gool berkumpul untuk berdemonstrasi menentang apa yang mereka katakan adalah penodaan Al-Quran oleh tentara selama pencarian tersangka di sebuah madrasah.
Semula, polisi mengatakan, enam pengunjuk rasa tewas dalam penembakan. Tapi, Inspektur Jenderal polisi, Rajesh Kumar, menjelaskan pada Jumat, bahwa hanya empat telah meninggal.
"Faktanya adalah, bahwa jumlah korban tewas adalah empat. Kebingungan muncul, karena kami sibuk dalam berurusan dengan hukum dan ketertiban. Dan juga karena sifat layanan telekomunikasi di daerah pegunungan," kata Kumar.
(esn)