ISAF kutuk pembunuhan 8 warga sipil Afghanistan oleh Taliban
Jum'at, 19 Juli 2013 - 23:24 WIB
ISAF kutuk pembunuhan 8 warga sipil Afghanistan oleh Taliban
A
A
A
Sindonews.com – Pasukan Bantuan Keamanan Internasional yang dipimpin NATO (ISAF), pada Jumat (19/7/2013), mengutuk keras pembunuhan 8 warga sipil Afghanistan oleh kelompok gerilyawan Taliban, di bagian timur Provinsi Logar.
"ISAF mengutuk keras pembunuhan 8 pekerja Afghanistan dalam perjalanan mereka menuju lokasi kerja di Provinsi Logar, kemarin. Taliban memaksa para pekerja itu turun dari kendaraan mereka, kemudian mengeksekusi mereka," kata pasukan ISAF dalam siaran pers mereka.
Para korban bekerja di sebuah pangkalan ISAF di ibukota provinsi Pul-e-Alam Logar, 60 km sebelah selatan dari Kabul.
"Ini tidak masuk akal. Pembunuhan brutal 8 orang yang tidak bersalah adalah tidak bermoral dan biadab. Mereka hanya dalam perjalanan untuk bekerja untuk menyediakan makan bagi keluarga mereka," kata Komandan ISAF, Jenderal Joseph F. Dunford, seperti dikutip dari Xinhua.
"Saya ingin mengungkapkan simpati saya yang terdalam kepada keluarga orang yang dibunuh secara brutal. ISAF tetap berkomitmen untuk membawa perdamaian dan stabilitas ke Afghanistan. Penindasan, ketakutan, pembunuhan, dan kampanye intimidasi Taliban tidak memiliki tempat dalam masa depan Afghanistan," lanjut Dunford.
Taliban telah meningkatkan serangan sejak mereka melancarkan serangan besar-besaran pada musim semi, akhir April lalu. Sebanyak 2.500 warga sipil Afghanistan tewas atau terluka dalam aksi terorisme dan kekerasan dari 1 Januari sampai pertengahan Juni.
"ISAF mengutuk keras pembunuhan 8 pekerja Afghanistan dalam perjalanan mereka menuju lokasi kerja di Provinsi Logar, kemarin. Taliban memaksa para pekerja itu turun dari kendaraan mereka, kemudian mengeksekusi mereka," kata pasukan ISAF dalam siaran pers mereka.
Para korban bekerja di sebuah pangkalan ISAF di ibukota provinsi Pul-e-Alam Logar, 60 km sebelah selatan dari Kabul.
"Ini tidak masuk akal. Pembunuhan brutal 8 orang yang tidak bersalah adalah tidak bermoral dan biadab. Mereka hanya dalam perjalanan untuk bekerja untuk menyediakan makan bagi keluarga mereka," kata Komandan ISAF, Jenderal Joseph F. Dunford, seperti dikutip dari Xinhua.
"Saya ingin mengungkapkan simpati saya yang terdalam kepada keluarga orang yang dibunuh secara brutal. ISAF tetap berkomitmen untuk membawa perdamaian dan stabilitas ke Afghanistan. Penindasan, ketakutan, pembunuhan, dan kampanye intimidasi Taliban tidak memiliki tempat dalam masa depan Afghanistan," lanjut Dunford.
Taliban telah meningkatkan serangan sejak mereka melancarkan serangan besar-besaran pada musim semi, akhir April lalu. Sebanyak 2.500 warga sipil Afghanistan tewas atau terluka dalam aksi terorisme dan kekerasan dari 1 Januari sampai pertengahan Juni.
(esn)