Pasukan AS dituduh dalangi pembunuhan warga Afghanistan
Rabu, 17 Juli 2013 - 12:16 WIB
Pasukan AS dituduh dalangi pembunuhan warga Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com - Seorang penerjemah Afghanistan untuk Pasukan Khusus AS, pada Rabu (17/7/2013), mengatakan, bahwa pasukan AS memerintahkan penyiksaan dan pembunuhan warga sipil Afghanistan di Provinsi Wardak, Afghanistan.
Zakeria Kandahari, yang ditangkap oleh pihak berwenang Afghanistan atas tuduhan menyiksa dan membunuh warga sipil saat bekerja bagi pasukan AS, telah membantah terlibat dalam kekejaman itu. Ia mengaku, hanya betindak sesuai dengan perintah dari Pasukan Khusus AS.
Setidaknya sembilan jasad warga Afghanistan telah ditemukan dekat bekas pangkalan Pasukan Khusus AS di Distrik Nirkh, Provinsi Wardak. Salah satu jasad diidentifikasi sebagai Sayed Mohammad, seorang penduduk lokal yang terakhir terlihat dibawa ke tahanan AS. Ia ditemukan dengan kondisi kaki dimutilasi pada Mei lalu di dekat bekas pangkalan AS.
Kandahari bekerja untuk pasukan AS selama sembilan tahun terakhir sebagai penerjemah. Ia bersama tiga tentara AS, Dave (kepala operasi), Hagen dan Chris diduga kuat melakukan penyiksaan dan pembunuhan warga sipil Afghanistan.
Menurut Kandahari, tiga tentara AS juga fasih dalam bahasa Dari dan Pashto, dua bahasa resmi Afghanistan. Menurut dokumen yang diperoleh oleh Reuters, sebuah video ponsel menunjukkan Sayed Mohammad dipukuli oleh Kandahari.
”Saya juga menendangnya beberapa kali, dan membawanya ke dasar. Saya menyerahkannya kepada Dave dan Hagen, tapi kemudian saya melihat tubuhnya dalam kantong mayat warna hitam,” kata Kandahari.
Awal tahun ini, Presiden Afghanistan, Hamid Karzai memerintahkan semua pasukan Pasukan Khusus asing untuk meninggalkan Provinsi Wardak setelah muncul laporan adanya warga sipil yang hilang dan ditemukan sudah terbunuh.
Zakeria Kandahari, yang ditangkap oleh pihak berwenang Afghanistan atas tuduhan menyiksa dan membunuh warga sipil saat bekerja bagi pasukan AS, telah membantah terlibat dalam kekejaman itu. Ia mengaku, hanya betindak sesuai dengan perintah dari Pasukan Khusus AS.
Setidaknya sembilan jasad warga Afghanistan telah ditemukan dekat bekas pangkalan Pasukan Khusus AS di Distrik Nirkh, Provinsi Wardak. Salah satu jasad diidentifikasi sebagai Sayed Mohammad, seorang penduduk lokal yang terakhir terlihat dibawa ke tahanan AS. Ia ditemukan dengan kondisi kaki dimutilasi pada Mei lalu di dekat bekas pangkalan AS.
Kandahari bekerja untuk pasukan AS selama sembilan tahun terakhir sebagai penerjemah. Ia bersama tiga tentara AS, Dave (kepala operasi), Hagen dan Chris diduga kuat melakukan penyiksaan dan pembunuhan warga sipil Afghanistan.
Menurut Kandahari, tiga tentara AS juga fasih dalam bahasa Dari dan Pashto, dua bahasa resmi Afghanistan. Menurut dokumen yang diperoleh oleh Reuters, sebuah video ponsel menunjukkan Sayed Mohammad dipukuli oleh Kandahari.
”Saya juga menendangnya beberapa kali, dan membawanya ke dasar. Saya menyerahkannya kepada Dave dan Hagen, tapi kemudian saya melihat tubuhnya dalam kantong mayat warna hitam,” kata Kandahari.
Awal tahun ini, Presiden Afghanistan, Hamid Karzai memerintahkan semua pasukan Pasukan Khusus asing untuk meninggalkan Provinsi Wardak setelah muncul laporan adanya warga sipil yang hilang dan ditemukan sudah terbunuh.
(esn)