Ratusan loyalis Morsi bentrok dengan polisi Mesir
Selasa, 16 Juli 2013 - 10:36 WIB
Ratusan loyalis Morsi bentrok dengan polisi Mesir
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan pendukung Mohamed Morsi (Presiden Mesir yang digulingkan militer), bentrok dengan polisi Mesir, di Kairo, Senin kemarin. Demonstran pro Morsi yang melempari batu dan memblokir jalan ke Ibu Kota, dihalau polisi dengan gas air mata.
Bentrokan itu terjadi, setelah utusan senior AS, berkunjung ke Mesir, dan mengatakan Mesir telah diberi kesempatan kedua untuk menciptakan demokrasi. Pertemuan Wakil Menlu AS, William Burns, dengan presiden interim Mesir, Adly Mansour, dikecam kelompok pendukung Morsi, Ikhwanul Muslimin.
Selama sepekan, lebih dari 50 orang pendukung Morsi terbunuh dalam kekerasan di Mesir, sejak Morsi digulingkan 3 Juli 2013 lalu. Bentrokan ratusan pendukung Morsi dengan polisi kemarin, diwarnai dengan pemblokiran jembatan utama di Kairo, namun tidak bertahan lama. Belum ada laporan korban jiwa dan luka dalam insiden itu.
Para demonstran pro Morsi dalam aksinya memanggil-manggil nama kepala angkatan bersenjata Mesir, Jenderal Abdel Fattah al-Sisi yang dianggap paling bertanggung jawab dalam pelengseran Morsi.
Mereka berdemo di luar masjid Rabaa al-Adawiya dan di Universitas Kairo, untuk menuntut pemulihan jabatan Morsi sebagai Presiden Mesir. ”Keluar, Sisi," teriak beberapa demonstran, mengacu pada Jenderal Abdel Fattah al-Sisi, dikutip BBC, Selasa (16/7/2013).
Bentrokan itu terjadi, setelah utusan senior AS, berkunjung ke Mesir, dan mengatakan Mesir telah diberi kesempatan kedua untuk menciptakan demokrasi. Pertemuan Wakil Menlu AS, William Burns, dengan presiden interim Mesir, Adly Mansour, dikecam kelompok pendukung Morsi, Ikhwanul Muslimin.
Selama sepekan, lebih dari 50 orang pendukung Morsi terbunuh dalam kekerasan di Mesir, sejak Morsi digulingkan 3 Juli 2013 lalu. Bentrokan ratusan pendukung Morsi dengan polisi kemarin, diwarnai dengan pemblokiran jembatan utama di Kairo, namun tidak bertahan lama. Belum ada laporan korban jiwa dan luka dalam insiden itu.
Para demonstran pro Morsi dalam aksinya memanggil-manggil nama kepala angkatan bersenjata Mesir, Jenderal Abdel Fattah al-Sisi yang dianggap paling bertanggung jawab dalam pelengseran Morsi.
Mereka berdemo di luar masjid Rabaa al-Adawiya dan di Universitas Kairo, untuk menuntut pemulihan jabatan Morsi sebagai Presiden Mesir. ”Keluar, Sisi," teriak beberapa demonstran, mengacu pada Jenderal Abdel Fattah al-Sisi, dikutip BBC, Selasa (16/7/2013).
(esn)