Snowden punya data yang bisa merusak AS dalam 1 menit
Senin, 15 Juli 2013 - 09:34 WIB
Snowden punya data yang bisa merusak AS dalam 1 menit
A
A
A
Sindonews.com - Edward Snowden,30, memiliki data yang lebih dahsyat, yang bisa merusak Pemerintah AS hanya dalam satu menit jika dipublikasikan. Hal itu dikemukakan Glenn Greenwald, wartawan yang pertama kali mewawancarai whistleblower NSA yang jadi buronan AS itu.
”Snowden memiliki informasi yang cukup untuk menyebabkan lebih banyak kerusakan pada Pemerintah AS dalam satu menit saja. Ini yang pernah terjadi dalam sejarah Amerika Serikat,” kata wartawan The Guardian yang berbasis di Inggris itu.
Tapi Snowden yang saat ini masih bersembunyi di Moskow, Rusia, memilih untuk tidak merilis data yang ia miliki itu. ”Tapi, tujuannya bukan itu,” ujar Greenwald dalam wawancara dengan wartawan yang diterbitkan, Sabtu pekan lalu, dikutip Fox News.
Pemerintah AS menginginkan mantan kontraktor National Security Agency (NSA) atau Badan Keamanan Nasional AS itu kembali ke AS untuk diadili dengan berbagai tuduhan. Di antaranya, tuduhan spionase dan membocorkan data rahasia AS. Tapi Moskow sejauh ini menolak mengekstradisi Snowden.
Snowden, pada Jumat pekan lalu mengumpulkan para aktivis Rusia. Ia menyatakan ingin mencari suaka sementara di Rusia, sampai ia merasa aman untuk pergi ke Amerika Latin dan mencari suaka permanen di sana.
Dia mempertimbangkan tawaran suaka yang diberikan Presiden Rusia, Vladimir Putin, dengan syarat Snowden harus berhenti untuk menyebarkan informasi yang memalukan Washington.
Dalam pertemuan dengan para aktivis Rusia, Snowden menyebut pemerintahnya melakukan penganiayaan terhadap dirinya, dengan mencabut paspor yang membuatnya tidak bisa bebas pergi kemana pun.
”Snowden memiliki informasi yang cukup untuk menyebabkan lebih banyak kerusakan pada Pemerintah AS dalam satu menit saja. Ini yang pernah terjadi dalam sejarah Amerika Serikat,” kata wartawan The Guardian yang berbasis di Inggris itu.
Tapi Snowden yang saat ini masih bersembunyi di Moskow, Rusia, memilih untuk tidak merilis data yang ia miliki itu. ”Tapi, tujuannya bukan itu,” ujar Greenwald dalam wawancara dengan wartawan yang diterbitkan, Sabtu pekan lalu, dikutip Fox News.
Pemerintah AS menginginkan mantan kontraktor National Security Agency (NSA) atau Badan Keamanan Nasional AS itu kembali ke AS untuk diadili dengan berbagai tuduhan. Di antaranya, tuduhan spionase dan membocorkan data rahasia AS. Tapi Moskow sejauh ini menolak mengekstradisi Snowden.
Snowden, pada Jumat pekan lalu mengumpulkan para aktivis Rusia. Ia menyatakan ingin mencari suaka sementara di Rusia, sampai ia merasa aman untuk pergi ke Amerika Latin dan mencari suaka permanen di sana.
Dia mempertimbangkan tawaran suaka yang diberikan Presiden Rusia, Vladimir Putin, dengan syarat Snowden harus berhenti untuk menyebarkan informasi yang memalukan Washington.
Dalam pertemuan dengan para aktivis Rusia, Snowden menyebut pemerintahnya melakukan penganiayaan terhadap dirinya, dengan mencabut paspor yang membuatnya tidak bisa bebas pergi kemana pun.
(esn)