Tentara Filipina & militan bertempur, 7 orang tewas
Sabtu, 13 Juli 2013 - 16:31 WIB
Tentara Filipina & militan bertempur, 7 orang tewas
A
A
A
Sindonews.com – Pertempuran kembali terjadi antara pasukan Filipina dengan militan bersenjata. Menurut pihak militer, dikutip Fox News, Sabtu (13/7/2013), sekitar tujuh orang tewas dalam pertempuran yang terjadi di tengah pembicaraan damai.
Juru bicara militer Filipina, Kolonel Dickson Hermoso, mengatakan, orang-orang bersenjata --penentang perundingan antara kelompok pemberontak Musllim dengan Manila--, menyergap sebuah truk tentara di pulau Mindanao selatan.
Dua tentara terluka dalam serangan awal. Namun, tentara mengejar kelompok bersenjata itu, dan menewaskan lima dari mereka. ”Dua tentara tewas dan empat tentara lainnya terluka,” ujar Hermoso.
Hermoso mengatakan, kelompok bersenjata itu adalah anggota Bangsamoro Islamic Freedom Fighters. Kelompok inilah yang melakukan serangan di Mindanao pada 6 Juli 2013, dua hari sebelum pemerintah melanjutkan pembicaraan damai dengan kelompok pemberontak utama di kawasan itu, Moro Islamic Liberation Front (MILF).
Pembicaraan damai, bertujuan untuk menciptakan daerah otonom bagi minoritas Muslim di Mindanao. Menurut juru bicara Presiden Benigno Aquino, Abigail Valte, pembicaraan damai terus dilakukan.
MILF yang memiliki 12.000 anggota, telah mengobarkan perang gerilya untuk mendirikan sebuah negara Islam di Mindanao sejak tahun 1970. Perang itu telah merenggut sekitar 150 ribu nyawa.
Juru bicara militer Filipina, Kolonel Dickson Hermoso, mengatakan, orang-orang bersenjata --penentang perundingan antara kelompok pemberontak Musllim dengan Manila--, menyergap sebuah truk tentara di pulau Mindanao selatan.
Dua tentara terluka dalam serangan awal. Namun, tentara mengejar kelompok bersenjata itu, dan menewaskan lima dari mereka. ”Dua tentara tewas dan empat tentara lainnya terluka,” ujar Hermoso.
Hermoso mengatakan, kelompok bersenjata itu adalah anggota Bangsamoro Islamic Freedom Fighters. Kelompok inilah yang melakukan serangan di Mindanao pada 6 Juli 2013, dua hari sebelum pemerintah melanjutkan pembicaraan damai dengan kelompok pemberontak utama di kawasan itu, Moro Islamic Liberation Front (MILF).
Pembicaraan damai, bertujuan untuk menciptakan daerah otonom bagi minoritas Muslim di Mindanao. Menurut juru bicara Presiden Benigno Aquino, Abigail Valte, pembicaraan damai terus dilakukan.
MILF yang memiliki 12.000 anggota, telah mengobarkan perang gerilya untuk mendirikan sebuah negara Islam di Mindanao sejak tahun 1970. Perang itu telah merenggut sekitar 150 ribu nyawa.
(esn)