Sentimen anti-AS mulai muncul di Mesir

Kamis, 11 Juli 2013 - 10:10 WIB
Sentimen anti-AS mulai...
Sentimen anti-AS mulai muncul di Mesir
A A A
Sindonews.com- Sentimen anti-AS muncul dari penentang, sekaligus dari pendukung Mohamed Morsi, di Mesir. Sentimen itu muncul akibat sikap Pemerintah AS yang tidak jelas menyebut dukungan mereka diarahkan ke pihak mana.

Para penentang Morsi, mencurigai Pemerintahan Obama mendukung kekuasaan Ikhwanul Muslimin di Mesir. Terlebih, Mohamed Morsi adalah produk Pemilu demokratis pertama di Mesir pasca-pelengseran Hosni Mubarak.

Sebaliknya, kelompok Ikhwanul Muslimin yang merupakan pendukung Morsi meyakini Washington berada di balik plot untuk melengserkan Morsi. Kecurigaan itu muncul, lantaran Pemerintah AS tidak secara tegas menyebut pelengseran Morsi oleh militer Mesir sebagai kudeta. Washington pun dicap oleh mereka sebagai munafik demokrasi.

Gedung Putih kini bimbang untuk menentukan penilaian terhadap pemecatan Morsi oleh militer. Mereka meluangkan waktu untuk memastikan apakah pemecatan Morsi sebagai kudeta atau bukan. Gedung Putih sebelumnya mengatakan, yang terjadi di Mesir adalah murni keinginan jutaan rakyat yang menginginkan perubahan dalam pemerintahan.

”Kami sedang mengevaluasi bagaimana otoritas (AS) menanggapi dan menangani situasi saat ini,” kata Juru Bicara Gedung Putih, Jay Carney, dikutip Reuters, Kamis (11/7/2013).

Menurunya, Pemerintahan Obama mencoba untuk menunjukkan, bahwa AS itu tidak memihak salah satu kubu di Mesir. AS juga tengah berhati-hati untuk menjelaskan, apakah boleh Morsi ikut ambil bagian dalam Pemilu baru pada Januari 2014 nanti, setelah ia dilengserkan militer.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki, mengatakan dia tidak tahu Morsi saat ini ditahan di mana. Tapi, kata Psaki AS mengkhawatirkan kesejahteraan Morsi. ”AS telah menyampaikan, bahwa perlakuan militer Mesir adalah tindakan sewenang-wenang, apakah itu tentang penangkapan Morsi atau pun anggota Ikhwanul Muslimin lainnya. Ini penting untuk AS,” kata Psaki.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
11 menit yang lalu
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
1 jam yang lalu
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
2 jam yang lalu
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
3 jam yang lalu
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
4 jam yang lalu
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
5 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved