AS berniat kirim pesawat tempur F-16 ke Mesir
Kamis, 11 Juli 2013 - 09:56 WIB
AS berniat kirim pesawat tempur F-16 ke Mesir
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) berencana mengirim empat pesawat tempur F-16 ke Mesir dalam beberapa pekan mendatang. Demikian disampaikan para pejabat pertahanan AS, Rabu (10/7/2013).
Pengiriman pesawat tempur itu, seperti dikutip Reuters Kamis (11/7/2013), masih mempertimbangkan waktu dan situasi di Mesir. Washington menilai pelengseran Mohamed Morsi sebagai Presiden Mesir oleh militer bukan kudeta. Jika yang terjadi di Mesir adalah kudeta, Pemerintah AS akan mengkaji ulang bantuannya ke Mesir sebesar USD1,5 miliar/tahun.
Empat pesawat tempur F-16 kemungkinan akan dikirim pada Agustus 2013. Pada Desember 2013 nanti, delapan pesawat serupa juga akan dikirim. ”Tidak ada perubahan dengan rencana untuk memberikan pesawat jet tempur F-16 untuk militer Mesir,” kata seorang pejabat AS kepada Reuters, dengan syarat anonim.
Juru Bicara Gedung Putih, Jay Carney, angkat bicara soal bocoran rencana pengiriman pesawat tempur F-16 ke Mesir. ”Pandangan kami, bahwa kita tidak harus buru-buru denga mengubah program bantuan,” ujarnya.
Rencana pengiriman pesawat tempur F-16 itu, menjadi polemik. Pasalnya, pada 3 Juli 2013 lalu, Presiden Barack Obama, mengatakan, bahwa ia telah memerintahkan untuk meninjau ulang bantuan AS kepada Mesir.
Ditanya apakah, pesawat jet tempur F-16 termasuk bantuan yang ditinjau ulang Obama, pejabat yang diwawancarai Reuters tersebut, enggan menjelaskan lebih rinci. ”Pengiriman tetap dijadwalkan seperti yang direncanakan,” katanya.
Mesir menjadi salah satu negara di dunia yang menerima bantuan terbesar dari AS. Karena, negara itu sudah menandatangani perjanjian perdamaian dengan Israel tahun 1979. Mesir juga menjadi negara Arab pertama yang akan menerima pesawat tempur F-16. Selama ini pesawat F-16 menjadi simbol hubungan politik dan keamanan dengan Washington.
Pengiriman pesawat tempur itu, seperti dikutip Reuters Kamis (11/7/2013), masih mempertimbangkan waktu dan situasi di Mesir. Washington menilai pelengseran Mohamed Morsi sebagai Presiden Mesir oleh militer bukan kudeta. Jika yang terjadi di Mesir adalah kudeta, Pemerintah AS akan mengkaji ulang bantuannya ke Mesir sebesar USD1,5 miliar/tahun.
Empat pesawat tempur F-16 kemungkinan akan dikirim pada Agustus 2013. Pada Desember 2013 nanti, delapan pesawat serupa juga akan dikirim. ”Tidak ada perubahan dengan rencana untuk memberikan pesawat jet tempur F-16 untuk militer Mesir,” kata seorang pejabat AS kepada Reuters, dengan syarat anonim.
Juru Bicara Gedung Putih, Jay Carney, angkat bicara soal bocoran rencana pengiriman pesawat tempur F-16 ke Mesir. ”Pandangan kami, bahwa kita tidak harus buru-buru denga mengubah program bantuan,” ujarnya.
Rencana pengiriman pesawat tempur F-16 itu, menjadi polemik. Pasalnya, pada 3 Juli 2013 lalu, Presiden Barack Obama, mengatakan, bahwa ia telah memerintahkan untuk meninjau ulang bantuan AS kepada Mesir.
Ditanya apakah, pesawat jet tempur F-16 termasuk bantuan yang ditinjau ulang Obama, pejabat yang diwawancarai Reuters tersebut, enggan menjelaskan lebih rinci. ”Pengiriman tetap dijadwalkan seperti yang direncanakan,” katanya.
Mesir menjadi salah satu negara di dunia yang menerima bantuan terbesar dari AS. Karena, negara itu sudah menandatangani perjanjian perdamaian dengan Israel tahun 1979. Mesir juga menjadi negara Arab pertama yang akan menerima pesawat tempur F-16. Selama ini pesawat F-16 menjadi simbol hubungan politik dan keamanan dengan Washington.
(esn)