Kekerasan tewaskan 42 orang, Mesir butuh rekonsiliasi
Senin, 08 Juli 2013 - 17:48 WIB
Kekerasan tewaskan 42 orang, Mesir butuh rekonsiliasi
A
A
A
Sindonews.com – Kekerasan di Kairo sebagai protes atas pelengseran Mohamed Morsi dari kursi Presiden Mesir, hingga Senin (8/7/2013) sudah menewaskan 42 orang. Politisi liberal Mesir Mohamed ElBaradei, mengatakan, Mesir sangat membutuhkan rekonsiliasi untuk meredam kekerasan yang tak kunjung berhenti tersebut.
”Kekerasan bukanlah pendekatan tanpa peduli apa sumbernya, dan harus mengutuk keras (kekerasan itu). Saya menyerukan segera dilakukan investigasi independen dan transparan,” tulis ElBaradei, dalam akun Twitter-nya. ”Mesir sangat membutuhkan rekonsiliasi,” lanjut dia.
Menurut sumber medis dikutip Reuters, jumlah korban tewas dalam kekerasan di Mesir mencapai 42 orang. Sebagian besar korban yang tewas adalah para pendukung Morsi yang ditembaki di barak militer Kairo, di mana Morsi ditahan. Lebih dari 200 orang lainnya terluka.
Pihak Ikhwanul Muslimin, kelompok pengusung Morsi ke kursi presiden, menyerukan perlawanan terhadap militer Mesir.
Sedangkan pihak militer mengklaim, penembakan itu dilakukan, karena “kelompok teroris" berusaha menyerbu gedung militer. Satu tentara tewas, dan 40 lainnya terluka. Menurut sumber dari pihak militer, yang dilakukan tentara hanya membalas tembakan, ketika mereka diserang oleh para penyerang bersenjata.
Juru bicara resmi Ikhwanul Muslimin, El-Haddad, mengatakan, penembakan terhadap para pendukung Morsi terjadi pagi hari, saat mereka duduk di luar barak militer dan berdoa.
Akibat insiden itu, Partai Nour Islam (partai ultra konservatif) yang semula mendukung tindakan militer dalam penggulingan Morsi, berbalik mengecam dan menarik anggotanya dari negosiasi untuk membentuk pemerintah sementara menuju Pemilu yang baru.
”Kekerasan bukanlah pendekatan tanpa peduli apa sumbernya, dan harus mengutuk keras (kekerasan itu). Saya menyerukan segera dilakukan investigasi independen dan transparan,” tulis ElBaradei, dalam akun Twitter-nya. ”Mesir sangat membutuhkan rekonsiliasi,” lanjut dia.
Menurut sumber medis dikutip Reuters, jumlah korban tewas dalam kekerasan di Mesir mencapai 42 orang. Sebagian besar korban yang tewas adalah para pendukung Morsi yang ditembaki di barak militer Kairo, di mana Morsi ditahan. Lebih dari 200 orang lainnya terluka.
Pihak Ikhwanul Muslimin, kelompok pengusung Morsi ke kursi presiden, menyerukan perlawanan terhadap militer Mesir.
Sedangkan pihak militer mengklaim, penembakan itu dilakukan, karena “kelompok teroris" berusaha menyerbu gedung militer. Satu tentara tewas, dan 40 lainnya terluka. Menurut sumber dari pihak militer, yang dilakukan tentara hanya membalas tembakan, ketika mereka diserang oleh para penyerang bersenjata.
Juru bicara resmi Ikhwanul Muslimin, El-Haddad, mengatakan, penembakan terhadap para pendukung Morsi terjadi pagi hari, saat mereka duduk di luar barak militer dan berdoa.
Akibat insiden itu, Partai Nour Islam (partai ultra konservatif) yang semula mendukung tindakan militer dalam penggulingan Morsi, berbalik mengecam dan menarik anggotanya dari negosiasi untuk membentuk pemerintah sementara menuju Pemilu yang baru.
(esn)