Pendukung Morsi marah di Mesir, 30 orang terbunuh
Sabtu, 06 Juli 2013 - 18:10 WIB
Pendukung Morsi marah di Mesir, 30 orang terbunuh
A
A
A
Sindonews.com – Kelompok pendukung Mohamed Morsi yang tidak terima dengan penggulingan Presiden Mesir oleh militer tersebut meluapkan kemarahannya dengan berdemonstrasi, Sabtu (6/7/2013).
Demonstrasi pendukung Morsi yang berlangsung sejak Jumat, kemarin, juga diwarnai bentrokan dengan kelompok penentang Morsi. Jumlah orang yang terbunuh dalam kekerasan di Mesir, seperti dikutip Reuters, hingga Sabtu pagi mencapai 30 orang. Sedengakan korban luka, mencapai lebih dari 1.000 orang.
Kelompok Ikhwanul Muslimin yang turun ke jalan, menyebut hari demonstrasi Jumat, sebagai ”Jumat Penolakan” di seluruh negeri. Mereka mencoba untuk berbaris di kompleks militer, di mana presiden digulingkan.
Dari jumlah korban tewas dalam kekerasan di Mesir itu, bentrokan paling mematikan terjadi di di Kota Mediterania, Alexandria, di mana 14 orang tewas dan 200 terluka. Di pusat Kota Kairo, demonstran pro-dan anti-Mursi bentrok hingga larut malam, dengan menggunakan batu, pisau dan bom bensin.
Jembatan Sungai Nil dan jalan di sekitar Museum Mesir ditutup, setelah massa mengamuk dengan melempari kaca bangunan dengan batu, pada Sabtu pagi.
Departemen Kesehatan mengatakan, 30 orang tewas di seluruh Mesir dalam kekerasan pada Jumat hingga Sabtu. Sedangan jumlah orang yang terluka mencapai 1.138 jiwa.
”Pemerintah yang didukung militer akan mengumumkan pengangkatan seorang perdana menteri pada Sabtu untuk menjalankan negara selama periode transisi,” tulis Reuters, mengutip laporan Koran Pemerintah Mesir.
Mantan Kepala Badan Nuklir PBB, Mohamed El Baradei, 71, seorang politisi liberal, dipandang sebagai tokoh yang cocok untuk memimpin Mesir pada masa transisi untuk memulihkan ekonomi yang terpuruk.
Demonstrasi pendukung Morsi yang berlangsung sejak Jumat, kemarin, juga diwarnai bentrokan dengan kelompok penentang Morsi. Jumlah orang yang terbunuh dalam kekerasan di Mesir, seperti dikutip Reuters, hingga Sabtu pagi mencapai 30 orang. Sedengakan korban luka, mencapai lebih dari 1.000 orang.
Kelompok Ikhwanul Muslimin yang turun ke jalan, menyebut hari demonstrasi Jumat, sebagai ”Jumat Penolakan” di seluruh negeri. Mereka mencoba untuk berbaris di kompleks militer, di mana presiden digulingkan.
Dari jumlah korban tewas dalam kekerasan di Mesir itu, bentrokan paling mematikan terjadi di di Kota Mediterania, Alexandria, di mana 14 orang tewas dan 200 terluka. Di pusat Kota Kairo, demonstran pro-dan anti-Mursi bentrok hingga larut malam, dengan menggunakan batu, pisau dan bom bensin.
Jembatan Sungai Nil dan jalan di sekitar Museum Mesir ditutup, setelah massa mengamuk dengan melempari kaca bangunan dengan batu, pada Sabtu pagi.
Departemen Kesehatan mengatakan, 30 orang tewas di seluruh Mesir dalam kekerasan pada Jumat hingga Sabtu. Sedangan jumlah orang yang terluka mencapai 1.138 jiwa.
”Pemerintah yang didukung militer akan mengumumkan pengangkatan seorang perdana menteri pada Sabtu untuk menjalankan negara selama periode transisi,” tulis Reuters, mengutip laporan Koran Pemerintah Mesir.
Mantan Kepala Badan Nuklir PBB, Mohamed El Baradei, 71, seorang politisi liberal, dipandang sebagai tokoh yang cocok untuk memimpin Mesir pada masa transisi untuk memulihkan ekonomi yang terpuruk.
(esn)