Usai Filipina dan AS, giliran China & Rusia bermanuver
Jum'at, 05 Juli 2013 - 14:46 WIB
Usai Filipina dan AS, giliran China & Rusia bermanuver
A
A
A
Sindonews.com – Angkatan Laut (AL) China dan Rusia pada Jumat (5/7/2013), menggelar latihan bersama, di tengah sengketa Beijing dengan Manila terkait klaim Laut China Selatan. Manuver China dan Rusia itu, menyusul tindakan serupa yang sebelumnya dilakukan Filipina dan AS.
Kendati demikian, Pemerintah China mengklaim manuver itu, tidak ditargetkan pada pihak ketiga. Latihan perang tersebut digelar selama sepekan.
Kepala Tentara Pembebasan Rakyat, Jenderal Fang Fenghui, mengatakan, latihan tidak untuk menargetkan pihak ketiga. ”Tetapi bertujuan untuk mempererat hubungan dengan Rusia,” katanya, dikutip BBC. Namun, Beijing tidak memungkiri, momen latihan perang itu bertepatan dengan memanasnya hubungan China dan Filipina terkait sengketa Laut China Selatan.
Selain bersengketa dengan Filipina, China juga bersengketa dengan Jepang, terkait klaim Laut China Timur. Bulan lalu, AL Jepang dan AS juga menggelar latihan perang di San Diego.
”(Dari) pernyataan telah dibuat, bahwa latihan ini memiliki makna simbolis dalam hal menjaga kedaulatan pulau-pulau di daerah, dan merupakan respons terhadap aliansi AS-Jepang,” tulis surat kabar Partai Komunis Rakyat, Jumat.
Tapi, surat kabar China itu menulis, latihan itu berfokus pada pengawalan bersama terhadap kapal China yang disandera. Dalam latihan tersebut, Rusia diharapkan mengerahkan 11 kapal perang dan kapal selam, serta tiga pesawat.
Kendati demikian, Pemerintah China mengklaim manuver itu, tidak ditargetkan pada pihak ketiga. Latihan perang tersebut digelar selama sepekan.
Kepala Tentara Pembebasan Rakyat, Jenderal Fang Fenghui, mengatakan, latihan tidak untuk menargetkan pihak ketiga. ”Tetapi bertujuan untuk mempererat hubungan dengan Rusia,” katanya, dikutip BBC. Namun, Beijing tidak memungkiri, momen latihan perang itu bertepatan dengan memanasnya hubungan China dan Filipina terkait sengketa Laut China Selatan.
Selain bersengketa dengan Filipina, China juga bersengketa dengan Jepang, terkait klaim Laut China Timur. Bulan lalu, AL Jepang dan AS juga menggelar latihan perang di San Diego.
”(Dari) pernyataan telah dibuat, bahwa latihan ini memiliki makna simbolis dalam hal menjaga kedaulatan pulau-pulau di daerah, dan merupakan respons terhadap aliansi AS-Jepang,” tulis surat kabar Partai Komunis Rakyat, Jumat.
Tapi, surat kabar China itu menulis, latihan itu berfokus pada pengawalan bersama terhadap kapal China yang disandera. Dalam latihan tersebut, Rusia diharapkan mengerahkan 11 kapal perang dan kapal selam, serta tiga pesawat.
(esn)