Pemimpin Ikhwanul Muslimin dijebloskan ke penjara yang sama dengan Mubarak
Kamis, 04 Juli 2013 - 16:58 WIB
Pemimpin Ikhwanul Muslimin dijebloskan ke penjara yang sama dengan Mubarak
A
A
A
Sindonews.com - Para Pemimpin Ikhwanul Muslimin Mesir ditangkap usai Mohamed Morsi digulingkan oleh militer, semalam. Para pemimpin kelompok pengusung Morsi itu, ditahan di tempat mantan Presiden Hosni Mubarak dipenjara.
Demikian laporan kantor berita MENA, dikutip Reuters, Kamis (4/7/2013). Beberapa pemimpin Ikhwanul Muslimin yang ditahan, antara lain, Ketua Partai Kebebasan dan Keadilan Ikhwanul Muslimin (FJP), Saad El-Katatni dan wakilnya, Rashad al-Bayoumi.
Mereka ditahan di penjara Taurat, di pinggir Kota Kairo, di mana, Mubarak dan putranya, Alaa dan Gamal juga dipenjara di tempat itu. Mubarak sedang diadili atas tuduhan terlibat dalam pembunuhan demonstran yang menggulingkannya tahun 2011. Sedangkan anak-anaknya menghadapi tuduhan korupsi.
Sedangkan Morsi ditahan pihak militer. Seorang pejabat keamanan, mengatakan, dia ditahan di sebuah fasilitas intelijen militer. ”Polisi menangkap sejumlah anggota Ikhwanul Muslimin yang dituduh menghasut untuk tindakan kekerasan dan mengganggu keamanan umum, dan perdamaian,” tulis kantor berita MENA.
Demikian laporan kantor berita MENA, dikutip Reuters, Kamis (4/7/2013). Beberapa pemimpin Ikhwanul Muslimin yang ditahan, antara lain, Ketua Partai Kebebasan dan Keadilan Ikhwanul Muslimin (FJP), Saad El-Katatni dan wakilnya, Rashad al-Bayoumi.
Mereka ditahan di penjara Taurat, di pinggir Kota Kairo, di mana, Mubarak dan putranya, Alaa dan Gamal juga dipenjara di tempat itu. Mubarak sedang diadili atas tuduhan terlibat dalam pembunuhan demonstran yang menggulingkannya tahun 2011. Sedangkan anak-anaknya menghadapi tuduhan korupsi.
Sedangkan Morsi ditahan pihak militer. Seorang pejabat keamanan, mengatakan, dia ditahan di sebuah fasilitas intelijen militer. ”Polisi menangkap sejumlah anggota Ikhwanul Muslimin yang dituduh menghasut untuk tindakan kekerasan dan mengganggu keamanan umum, dan perdamaian,” tulis kantor berita MENA.
(esn)