Rouhani: Akhiri campur tangan dalam kehidupan pribadi rakyat Iran
Rabu, 03 Juli 2013 - 23:16 WIB
Rouhani: Akhiri campur tangan dalam kehidupan pribadi rakyat Iran
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Iran, Hassan Rouhani menyerukan pada Rabu (3/7/2013), agar pemerintah dan ulama untuk mengakhiri campur tangan dalam kehidupan pribadi rakyat Iran. Ia mendesak terciptanya akses internet gratis bagi rakyat dan meminta media pemerintah untuk lebih terbuka tentang masalah Iran.
"Tidak boleh ada keretakan atau perpecahan antara pemerintah atau ulama, terutama pada saat orang telah menggantungkan harapan mereka dan melihat semacam perubahan dalam masyarakat," kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan televisi negara.
"Kami membutuhkan sebuah masyarakat yang kuat dan pemerintahan yang kuat. Saat negara telah dipersiapkan untuk partisipasi rakyat, orang-orang telah menggantungkan harapan mereka pada masa depan," ujar Rouhani, seperti dikutip dari Channel News Asia.
"Sebuah pemerintahan yang kuat tidak berarti pemerintah yang mengganggu dan campur tangan dalam segala urusan. Ini bukan pemerintah yang membatasi kehidupan orang-orang. Ini bukan pemerintahan yang kuat," katanya.
Komentar Rouhani ini mulai menyempurnakan pesan moderasi di dalam negeri dan hubungan yang lebih baik di luar negeri. Dua poin ini yang membuatnya bisa memenangkan pemilihan Presiden Iran bulan lalu.
Sebelum Rouhani naik ke kursi presiden, selama delapan tahun Iran berada dalam kontrol yang ketat di bawah Presiden Mahmoud Ahmadinejad. Selama kurun itu, penggunaan internet dikontrol oleh pemerintah.
"Tidak boleh ada keretakan atau perpecahan antara pemerintah atau ulama, terutama pada saat orang telah menggantungkan harapan mereka dan melihat semacam perubahan dalam masyarakat," kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan televisi negara.
"Kami membutuhkan sebuah masyarakat yang kuat dan pemerintahan yang kuat. Saat negara telah dipersiapkan untuk partisipasi rakyat, orang-orang telah menggantungkan harapan mereka pada masa depan," ujar Rouhani, seperti dikutip dari Channel News Asia.
"Sebuah pemerintahan yang kuat tidak berarti pemerintah yang mengganggu dan campur tangan dalam segala urusan. Ini bukan pemerintah yang membatasi kehidupan orang-orang. Ini bukan pemerintahan yang kuat," katanya.
Komentar Rouhani ini mulai menyempurnakan pesan moderasi di dalam negeri dan hubungan yang lebih baik di luar negeri. Dua poin ini yang membuatnya bisa memenangkan pemilihan Presiden Iran bulan lalu.
Sebelum Rouhani naik ke kursi presiden, selama delapan tahun Iran berada dalam kontrol yang ketat di bawah Presiden Mahmoud Ahmadinejad. Selama kurun itu, penggunaan internet dikontrol oleh pemerintah.
(esn)