Kendalikan situasi, Militer Mesir siap mati
Rabu, 03 Juli 2013 - 16:28 WIB
Kendalikan situasi, Militer Mesir siap mati
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Pertahanan Mesir, Abdel-Fattah al-Sisi, pada Rabu (3/7/2013), mengatakan, bahwa tentara akan mati untuk membela rakyat terhadap gangguan teroris, dan ekstremis bodoh. Meski tidak secara langsung menyinggung sikap keras Presiden Mohamed Morsi yang menolak lengser, tapi pernyataan Militer Mesir itu diyakini terkait ultimatum yang sudah diabaikan Morsi.
Pernyataan Sisi itu dikutip pihak militer yang dipublikasikan dalam situs sosial medianya. ”Hal ini lebih terhormat bagi kita untuk mati daripada membiarkan rakyat Mesir diintimidasi atau diancam,” tulis administrator militer pada laman resmi Facebook-nya, mengutip pernyataan Sisi.
Pernyataan yang dimuat di akun Facebook Militer Mesir berjudul ” The Last Hours” atau batas waktu akhir itu muncul, beberapa jam setelah Presiden Morsi berpidato, bahwa ia siap mempertaruhkan hidupnya untuk legitimasi konstitusional. Dia menegaskan, tidak akan mundur dari jabatannya sebagai Presiden Mesir.
Dalam pidato 45 menit di stasiun televisi pemerintah, Morsi mengatakan, ia menerima protes damai sebaga hak warga Mesir. Tapi, ia juga meminta semua pihak menghormati tatanan konstitusional. ”Ketika ada kekerasan dan premanisme, saya harus bertindak,” lanjut dia.
Namun, pemimpin kelompok penentang Morsi (Tamarod), Mohammed Abdelaziz,mengatakan sikap keras Morsi sebagai ancaman terhadap rakyat Mesir. ”Ini adalah presiden yang mengancam rakyatnya sendiri. Kami tidak menganggapnya sebagai Presiden Mesir,” katanya.
Pernyataan Sisi itu dikutip pihak militer yang dipublikasikan dalam situs sosial medianya. ”Hal ini lebih terhormat bagi kita untuk mati daripada membiarkan rakyat Mesir diintimidasi atau diancam,” tulis administrator militer pada laman resmi Facebook-nya, mengutip pernyataan Sisi.
Pernyataan yang dimuat di akun Facebook Militer Mesir berjudul ” The Last Hours” atau batas waktu akhir itu muncul, beberapa jam setelah Presiden Morsi berpidato, bahwa ia siap mempertaruhkan hidupnya untuk legitimasi konstitusional. Dia menegaskan, tidak akan mundur dari jabatannya sebagai Presiden Mesir.
Dalam pidato 45 menit di stasiun televisi pemerintah, Morsi mengatakan, ia menerima protes damai sebaga hak warga Mesir. Tapi, ia juga meminta semua pihak menghormati tatanan konstitusional. ”Ketika ada kekerasan dan premanisme, saya harus bertindak,” lanjut dia.
Namun, pemimpin kelompok penentang Morsi (Tamarod), Mohammed Abdelaziz,mengatakan sikap keras Morsi sebagai ancaman terhadap rakyat Mesir. ”Ini adalah presiden yang mengancam rakyatnya sendiri. Kami tidak menganggapnya sebagai Presiden Mesir,” katanya.
(esn)