Filipina peringatkan warganya yang berada di Mesir
Selasa, 02 Juli 2013 - 23:50 WIB
Filipina peringatkan warganya yang berada di Mesir
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Filipina pada Selasa (2/7/2013), memperingatkan warganya yang berada di Mesir untuk berhati-hati, di tengah berlangsungnya ketegangan politik di Mesir.
“Dalam ketegangan politik di Mesir dan demonstrasi yang sedang berlangsung di Kairo dan sekitarnya, Kedutaan Besar Filipina di Mesir telah mengintensifkan pemantauan situasi dan telah menugaskan petugas untuk menjaga jalur komunikasi,” kata Juru bicara Departemen Filipina Luar Negeri (DFA) Raul Hernandez.
Hernandez mengatakan, bahwa Kedutaan Besar Filipina telah menyarankan warga Filipina di Mesir untuk menjauh dari daerah di mana protes diadakan dan untuk berhati-hati di tempat umum setiap saat.
“Kedutaan Besar Filipina juga akan secara teratur mengeluarkan himbauan publik mengenai perkembangan dan situasi ketertiban di negara itu,” jelas Hernandez, seperti dikutip dari Xinhua.
Kondisi di Mesir memang memasuki tahap paling genting, setelah keluarnya ultimatum dari militer Mesir. Pihak militer memberi batas waktu 48 jam, hingga Rabu (3/7/2013), agar para pihak yang bertikai bisa menyelesaikan sengketa mereka.
Jika batas waktu yang diberikan itu terlewati, maka militer Mesir akan melakukan langkah-langkah untuk mencegah negara itu jatuh ke dalam kondisi yang lebih parah. Namun, kubu pendukung Presiden Mohamed Morsi menilai, ultimatum militer itu tak ubahnya sinyal untuk terjadinya kudeta militer.
“Dalam ketegangan politik di Mesir dan demonstrasi yang sedang berlangsung di Kairo dan sekitarnya, Kedutaan Besar Filipina di Mesir telah mengintensifkan pemantauan situasi dan telah menugaskan petugas untuk menjaga jalur komunikasi,” kata Juru bicara Departemen Filipina Luar Negeri (DFA) Raul Hernandez.
Hernandez mengatakan, bahwa Kedutaan Besar Filipina telah menyarankan warga Filipina di Mesir untuk menjauh dari daerah di mana protes diadakan dan untuk berhati-hati di tempat umum setiap saat.
“Kedutaan Besar Filipina juga akan secara teratur mengeluarkan himbauan publik mengenai perkembangan dan situasi ketertiban di negara itu,” jelas Hernandez, seperti dikutip dari Xinhua.
Kondisi di Mesir memang memasuki tahap paling genting, setelah keluarnya ultimatum dari militer Mesir. Pihak militer memberi batas waktu 48 jam, hingga Rabu (3/7/2013), agar para pihak yang bertikai bisa menyelesaikan sengketa mereka.
Jika batas waktu yang diberikan itu terlewati, maka militer Mesir akan melakukan langkah-langkah untuk mencegah negara itu jatuh ke dalam kondisi yang lebih parah. Namun, kubu pendukung Presiden Mohamed Morsi menilai, ultimatum militer itu tak ubahnya sinyal untuk terjadinya kudeta militer.
(esn)