Filipina kirim 13 diplomat perempuan ke Timur Tengah
Selasa, 02 Juli 2013 - 16:19 WIB
Filipina kirim 13 diplomat perempuan ke Timur Tengah
A
A
A
Sindonews.com – Di tengah mencuatnya kasus skandal seks para pejabat kedutaan Filipina di Timur Tengah, Pemerintah Filipina mengirim 13 diplomat perempuan ke sejumlah negara di Timur Tengah. Demikian disampaikan seorang pejabat Filipina, Selasa (2/7/2013), dikutip The Daily Star.
Sampai saat ini, kasus skandal seks yang diduga melibatkan para pejabat kedutaan Filipina masih diselidiki.
Juru Bicara Departemen Tenaga Kerja Filipina, Nicon Fameronag, kepada AFP, mengatakan, sebanyak 13 pejabat perempuan akan segera dikirim ke Arab Saudi, Yordania, Kuwait, dan Malaysia. Mereka akan bekerja dengan staf keduataan Filipina yang masih bertugas di sejumlah negara tersebut.
Tugas mereka, kata Famerong, akan membantu para pekerja Filipina yang berlindung di tempat penampungan kedutaan yang melarikan diri pelanggaran majikan mereka.
”Keputusan untuk mengirim diplomat wanita, karena banyak perempuan yang bekerja di luar negeri dan berlindung ke tempat penampungan. Kebanyakan pekerja perempuan, bukan laki-laki,” ujarnya.
Pengiriman belasan diplomat perempuan itu, diumumkan di tengah investigasi Departemen Luar Negeri terkait tuduhan terhadap dua diplomat yang memaksa pekerja perempuan Filipina di penampungan untuk berhubungan seks. Pekerja perempuan itu, tidak hanya dipaksa untuk melayani kebutuhan seks dua pejabat itu, tapi juga orang lain.
Sampai saat ini, kasus skandal seks yang diduga melibatkan para pejabat kedutaan Filipina masih diselidiki.
Juru Bicara Departemen Tenaga Kerja Filipina, Nicon Fameronag, kepada AFP, mengatakan, sebanyak 13 pejabat perempuan akan segera dikirim ke Arab Saudi, Yordania, Kuwait, dan Malaysia. Mereka akan bekerja dengan staf keduataan Filipina yang masih bertugas di sejumlah negara tersebut.
Tugas mereka, kata Famerong, akan membantu para pekerja Filipina yang berlindung di tempat penampungan kedutaan yang melarikan diri pelanggaran majikan mereka.
”Keputusan untuk mengirim diplomat wanita, karena banyak perempuan yang bekerja di luar negeri dan berlindung ke tempat penampungan. Kebanyakan pekerja perempuan, bukan laki-laki,” ujarnya.
Pengiriman belasan diplomat perempuan itu, diumumkan di tengah investigasi Departemen Luar Negeri terkait tuduhan terhadap dua diplomat yang memaksa pekerja perempuan Filipina di penampungan untuk berhubungan seks. Pekerja perempuan itu, tidak hanya dipaksa untuk melayani kebutuhan seks dua pejabat itu, tapi juga orang lain.
(esn)