Serangan bom di Afghanistan, 4 polisi tewas
Senin, 01 Juli 2013 - 23:56 WIB
Serangan bom di Afghanistan, 4 polisi tewas
A
A
A
Sindonews.com– Empat personel polisi, termasuk seorang perwira dilaporkan tewas, Senin (7/1/2013), ketika sebuah bom yang ditanam di pinggir jalan menghantam sebuah mobil van polisi. Insiden ini terjadi di Provinsi Baghlan, 160 km sebelah utara dari Kota Kabul.
"Sebuah bom yang ditanam oleh kaum militan menyerang sebuah kendaraan polisi di Distrik Nahrin dan menewaskan empat, polisi termasuk Kepala Polisi Distrik Burka," kata Abdul Fatah Hatif, Gubernur Fistrik Nahrin kepada Xinhua.
“Kepala polisi Distrik Burka, Habiburahman akan Nahrin, terkena dampak ledakan ketika kendaraannya melindas ranjau, yang mengakibatkan empat orang tewas,” kata Hatif menambahkan.
Meski belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab atas insiden ini, namun Hatif menyalahkan musuh-musuh perdamaian, istilah yang digunakan terhadap militan Taliban oleh para pejabat Afghanistan. Selama ini, Taliban memang kerap menggunakan bom untuk menyerang konvoi aparat Afghanistan.
Hingga kini, situasi di Afghanistan memang masih belum aman. Hal ini membuat banyak pihak ragu, kalau negara ini akan bisa menanggung beban menjaga perdamaian jika pasukan internasional di tarik keluar dari negara itu pada 2014 mendatang.
"Sebuah bom yang ditanam oleh kaum militan menyerang sebuah kendaraan polisi di Distrik Nahrin dan menewaskan empat, polisi termasuk Kepala Polisi Distrik Burka," kata Abdul Fatah Hatif, Gubernur Fistrik Nahrin kepada Xinhua.
“Kepala polisi Distrik Burka, Habiburahman akan Nahrin, terkena dampak ledakan ketika kendaraannya melindas ranjau, yang mengakibatkan empat orang tewas,” kata Hatif menambahkan.
Meski belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab atas insiden ini, namun Hatif menyalahkan musuh-musuh perdamaian, istilah yang digunakan terhadap militan Taliban oleh para pejabat Afghanistan. Selama ini, Taliban memang kerap menggunakan bom untuk menyerang konvoi aparat Afghanistan.
Hingga kini, situasi di Afghanistan memang masih belum aman. Hal ini membuat banyak pihak ragu, kalau negara ini akan bisa menanggung beban menjaga perdamaian jika pasukan internasional di tarik keluar dari negara itu pada 2014 mendatang.
(esn)