Korut meledek komentar Presiden Korsel soal nuklir
Senin, 01 Juli 2013 - 15:09 WIB
Korut meledek komentar Presiden Korsel soal nuklir
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Korea Utara (Korut) pada Senin (1/7/2013) meledek Presiden Korea Selatan (Korsel), Park Geun-Hye yang komentarnya dianggap menyakiti martabat Korut soal denuklirisasi. Dalam komentarnya, Park juga menyebut penghentian senjata nuklir Korut tidak bisa ditawar lagi.
”Park Geun-Hye melepaskan seluruh pernyataan provokatif yang menyakiti martabat dan sistem sosial di DPRK (Korea Utara) saat mengunjungi China,” kata pihak Komite untuk Reunifikasi Damai Korea, dalam sebuah pernyataan melalui media pemerintah setempat, dikutip The Sun Daily.
Ledekan dari Pemerintah Korut itu, merupakan reaksi pertama Korut usai pertemuan puncak tingkat tinggi Korut dan China, bersamaan dengan lawatan Pemimpin Korsel ke China, pada pekan lalu.
Di China, Park menyerukan denuklirisasi Korut dan menggambarkan kebijakan Pyongyang untuk membangun ekonomi bersama dengan progam nuklirnya sebagai tujuan yang mustahil. ”Kami telah sepakat bahwa dalam keadaan apapun, (senjata) nuklir Korut tidak bisa diterima,” ujar Park setelah pembicaraan dengan Presiden China, Xi Jinping.
Komite untuk Reunifikasi Damai Korea menuduh Park putus asa. ”(Dan) penggalangan dukungan bagi Korsel itu sebagai hal yang menjijikkan,” demikian bunyi pernyataan tersebut. ”Apa manfaat perhatian yang lebih serius, jika Park berani mengambil masalah lagi dengan garis strategis baru.”
Komite itu mengecam pernyataan Park. ”Sebagai tantangan terang-terangan terhadap martabat, sistem sosial dan garis politik DPRK, serta menggali kuburan provokasi yang tak terampuni,” kata Komite dalam pernyataannya.
”Park Geun-Hye melepaskan seluruh pernyataan provokatif yang menyakiti martabat dan sistem sosial di DPRK (Korea Utara) saat mengunjungi China,” kata pihak Komite untuk Reunifikasi Damai Korea, dalam sebuah pernyataan melalui media pemerintah setempat, dikutip The Sun Daily.
Ledekan dari Pemerintah Korut itu, merupakan reaksi pertama Korut usai pertemuan puncak tingkat tinggi Korut dan China, bersamaan dengan lawatan Pemimpin Korsel ke China, pada pekan lalu.
Di China, Park menyerukan denuklirisasi Korut dan menggambarkan kebijakan Pyongyang untuk membangun ekonomi bersama dengan progam nuklirnya sebagai tujuan yang mustahil. ”Kami telah sepakat bahwa dalam keadaan apapun, (senjata) nuklir Korut tidak bisa diterima,” ujar Park setelah pembicaraan dengan Presiden China, Xi Jinping.
Komite untuk Reunifikasi Damai Korea menuduh Park putus asa. ”(Dan) penggalangan dukungan bagi Korsel itu sebagai hal yang menjijikkan,” demikian bunyi pernyataan tersebut. ”Apa manfaat perhatian yang lebih serius, jika Park berani mengambil masalah lagi dengan garis strategis baru.”
Komite itu mengecam pernyataan Park. ”Sebagai tantangan terang-terangan terhadap martabat, sistem sosial dan garis politik DPRK, serta menggali kuburan provokasi yang tak terampuni,” kata Komite dalam pernyataannya.
(esn)