Jika dugaan spionase benar, AS jadikan Uni Eropa musuh
Senin, 01 Juli 2013 - 10:15 WIB
Jika dugaan spionase benar, AS jadikan Uni Eropa musuh
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Jerman gerah dengan laporan media, jika AS memata-matai kegiatan Uni Eropa. Tindakan AS itu memicu kontroversi antara alasan keamanan AS dan privasi setiap negara, termasuk Uni Eropa.
Majalah Der Spiegel, melaporkan pada Sabtu (29/6/2013), bahwa Badan Keamanan Nasional (NSA)telah menyadap kantor Uni Eropa dan memperoleh akses ke jaringan komputer internal Uni Eropa. Tindakan AS yang terungkap oleh laporan media itu, memicu kemarahan para politisi Uni Eropa.
”Jika laporan media benar, ini membawa ke memori permusuhan selama Perang Dingin. Ini melampaui setiap imajinasi teman-teman kita, bahwa AS melihat Eropa sebagai musuh,” kata Menteri Kehakiman Jerman, Sabine Leutheusser-Schnarrenberger, dikutip Reuters, Senin (1/7/2013).
Beberapa negara Uni Eropa menuntut Pemerintah AS untuk menjelaskan dugaan mata-mata seperti laporan media tersebut.
Pemerintah AS segera merespons desakan Uni Eropa itu, melalui saluran diplomatiknya. ”Kami juga akan membahas masalah ini secara bilateral dengan negara-negara anggota Uni Eropa,” tulis pernyataan Juru Bicara Direktur Intelijen Nasional AS.
”Meskipun kami tidak akan berkomentar secara terbuka secara spesifik soal dugaan aksi intelijen, namun kami memiliki kebijakan yang jelas, bahwa AS sedang mengumpulkan (informasi) dari kegiatan intelijen asing dari semua bangsa,” lanjut pernyataan tersebut.
Majalah Der Spiegel, melaporkan pada Sabtu (29/6/2013), bahwa Badan Keamanan Nasional (NSA)telah menyadap kantor Uni Eropa dan memperoleh akses ke jaringan komputer internal Uni Eropa. Tindakan AS yang terungkap oleh laporan media itu, memicu kemarahan para politisi Uni Eropa.
”Jika laporan media benar, ini membawa ke memori permusuhan selama Perang Dingin. Ini melampaui setiap imajinasi teman-teman kita, bahwa AS melihat Eropa sebagai musuh,” kata Menteri Kehakiman Jerman, Sabine Leutheusser-Schnarrenberger, dikutip Reuters, Senin (1/7/2013).
Beberapa negara Uni Eropa menuntut Pemerintah AS untuk menjelaskan dugaan mata-mata seperti laporan media tersebut.
Pemerintah AS segera merespons desakan Uni Eropa itu, melalui saluran diplomatiknya. ”Kami juga akan membahas masalah ini secara bilateral dengan negara-negara anggota Uni Eropa,” tulis pernyataan Juru Bicara Direktur Intelijen Nasional AS.
”Meskipun kami tidak akan berkomentar secara terbuka secara spesifik soal dugaan aksi intelijen, namun kami memiliki kebijakan yang jelas, bahwa AS sedang mengumpulkan (informasi) dari kegiatan intelijen asing dari semua bangsa,” lanjut pernyataan tersebut.
(esn)