Morsi: Tak akan ada revolusi kedua di Mesir
Minggu, 30 Juni 2013 - 23:41 WIB
Morsi: Tak akan ada revolusi kedua di Mesir
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Mesir Mohamed Morsi mengatakan, tidak akan ada revolusi kedua di Mesir. Pernyataan ini mengacu pada protes massa yang sedang berlangsung melawan kekuasaanya sebagai presiden Mesir.
"Tidak ada ruang untuk setiap pembicaraan terhadap legitimasi konstitusional," kata Morsi, seperti dikutip dari The Guardian, Minggu (30/6/2013). Menurut Morsi, jika ia mengundurkan diri, maka itu akan merusak legitimasi penerusnya dan menciptakan "resep untuk kekacauan tanpa akhir."
Menurut Guardian, Morsi mengaku menyesal membuat deklarasi konstitusi yang memberinya kekuasaan yang luas, yang membuat oposisi menyebutnya sebagai diktator. Kondisi ini membuat Mesir masuk ke dalam kondisi krisis.
Pada akhir pekan ini, kubu oposisi menyelenggarakan aksi massa di Kairo dan sejumlah wilayah lain di Mesir. Aksi massa itu digagas kubu oposisi untuk menjatuhkan Morsi dari kursi presiden. Aksi ini digelar bertepatan dengan satu tahun masa jabatan Morsi sebagai Presiden Mesir.
Sementara itu, ribuan pendukung Morsi dari kalangan Islam, yang sebagian besar adalah anggota dari Ikhwanul Muslimin, juga melakukan aksi massa untuk mendukung Morsi. Dikhawatirkan, dua kekuatan ini akan terlibat bentrokan.
"Tidak ada ruang untuk setiap pembicaraan terhadap legitimasi konstitusional," kata Morsi, seperti dikutip dari The Guardian, Minggu (30/6/2013). Menurut Morsi, jika ia mengundurkan diri, maka itu akan merusak legitimasi penerusnya dan menciptakan "resep untuk kekacauan tanpa akhir."
Menurut Guardian, Morsi mengaku menyesal membuat deklarasi konstitusi yang memberinya kekuasaan yang luas, yang membuat oposisi menyebutnya sebagai diktator. Kondisi ini membuat Mesir masuk ke dalam kondisi krisis.
Pada akhir pekan ini, kubu oposisi menyelenggarakan aksi massa di Kairo dan sejumlah wilayah lain di Mesir. Aksi massa itu digagas kubu oposisi untuk menjatuhkan Morsi dari kursi presiden. Aksi ini digelar bertepatan dengan satu tahun masa jabatan Morsi sebagai Presiden Mesir.
Sementara itu, ribuan pendukung Morsi dari kalangan Islam, yang sebagian besar adalah anggota dari Ikhwanul Muslimin, juga melakukan aksi massa untuk mendukung Morsi. Dikhawatirkan, dua kekuatan ini akan terlibat bentrokan.
(esn)