AS akan beri Yaman pesawat tempur untuk perangi al-Qaeda
Minggu, 30 Juni 2013 - 22:20 WIB
AS akan beri Yaman pesawat tempur untuk perangi al-Qaeda
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah setuju untuk memberikan Yaman pesawat tempur guna memerangi militan al-Qaeda. "Sekitar tiga pesawat tempur akan dikirim ke Yaman dalam beberapa bulan ke depan," kata pejabat itu pada kondisi anonimitas, Sabtu (29/6/2013), seperti dikutip dari Xinhua.
“Personel Yaman dikirim ke AS pada awal tahun ini untuk pelatihan pilot dalam mengoperasikan pesawat tempur. Langkah ini dilakukan dalam upaya untuk berhenti tergantung pada bantuan asing," lanjutnya.
Hibah ini dilakukan di tengah gencarnya seruan dari organisasi publik dan internasional untuk mengakhiri intervensi AS dan serangan drone AS di wilayah Yaman. Sejak 2009, drone AS dilaporkan telah berulangkali beroperasi di wilayah Yaman dan menargetkan pemimpin dan anggota al-Qaeda yang paling dicari.
Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi mengatakan pada 2012, selama perjalanannya ke AS, bahwa ada koordinasi antara kedua negara untuk memerangi terorisme. Sebagai presiden, secara pribadi ia memberi izin bagi drone AS untuk menargetkan militan di Yaman.
Pejabat militer senior mengatakan, pemerintah Yaman menyadari semua operasi kontraterorisme yang dilakukan AS, termasuk serangan drone. "Semua serangan itu dilakukan melalui koordinasi antara AS dan pemerintah Yaman termasuk, kantor komandan-in-Chief Yaman, ruang operasi di Kementerian Pertahanan dan kantor Koordinasi Keamanan Yaman-AS di Kedutaan Besar AS di Sanaa," jelas seorang pejabat militer.
Beberapa organisasi internasional, seperti Reprieve yang berbasis di Inggris, telah menuding serangan drone AS, terutama yang salah sasaran, telah menewaskan puluhan orang tak berdosa dalam beberapa tahun terakhir.
“Personel Yaman dikirim ke AS pada awal tahun ini untuk pelatihan pilot dalam mengoperasikan pesawat tempur. Langkah ini dilakukan dalam upaya untuk berhenti tergantung pada bantuan asing," lanjutnya.
Hibah ini dilakukan di tengah gencarnya seruan dari organisasi publik dan internasional untuk mengakhiri intervensi AS dan serangan drone AS di wilayah Yaman. Sejak 2009, drone AS dilaporkan telah berulangkali beroperasi di wilayah Yaman dan menargetkan pemimpin dan anggota al-Qaeda yang paling dicari.
Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi mengatakan pada 2012, selama perjalanannya ke AS, bahwa ada koordinasi antara kedua negara untuk memerangi terorisme. Sebagai presiden, secara pribadi ia memberi izin bagi drone AS untuk menargetkan militan di Yaman.
Pejabat militer senior mengatakan, pemerintah Yaman menyadari semua operasi kontraterorisme yang dilakukan AS, termasuk serangan drone. "Semua serangan itu dilakukan melalui koordinasi antara AS dan pemerintah Yaman termasuk, kantor komandan-in-Chief Yaman, ruang operasi di Kementerian Pertahanan dan kantor Koordinasi Keamanan Yaman-AS di Kedutaan Besar AS di Sanaa," jelas seorang pejabat militer.
Beberapa organisasi internasional, seperti Reprieve yang berbasis di Inggris, telah menuding serangan drone AS, terutama yang salah sasaran, telah menewaskan puluhan orang tak berdosa dalam beberapa tahun terakhir.
(esn)