Mobil polisi Irak ditanami dua bom, 10 tewas
Jum'at, 28 Juni 2013 - 21:38 WIB
Mobil polisi Irak ditanami dua bom, 10 tewas
A
A
A
Sindonews.com - Dua bom yang ditanam di dalam mobil polisi senior Irak meledak, dan menewaskan sedikitnya 10 orang di Kota Ramadi barat, Jumat (28/6/2013). Demikian disampaikan pihak kepolisian setempat, dikutip Reuters.
Bom pertama meledak dan menewaskan seorang polisi. Lima menit kemudian, bom kedua juga meledak dan menewaskan orang-orang yang mendekati mobil yang hancur, di Anbar, jantung kota kelompok Sunni Irak yang yang berbatasan dengan Suriah.
”Kami sedang bertugas di sebuah pos pemeriksaan. Di dekatnya ada mobil yang meledak. Kami berlari untuk bekerja (mengatasi insiden ledakan), tapi yang terjadi di luar dugaan, karena bom meledak lagi,” kata seorang polisi sembari memeragakan insiden tersebut. ”Banyak orang dan polisi tewas,” lanjut dia.
Pada puncak pemberontakan Irak 2006-2007, Anbar berada di cengkeraman afiliasi lokal al-Qaeda. Sedangkan Negara Islam Irak kembali menguasai jantung kota kelompok Sunni itu dalam dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam bulan Mei saja, lebih dari 1.000 orang tewas dalam serangan militan di Irak. Banyak pihak menyebut, bulan itu sebagai bulan yang paling mematikan, sejak konflik sektarian memburuk selama lebih dari enam tahun yang lalu.
Kelompok minoritas Sunni di Irak, telah merasa terpinggirkan, sejak invasi pimpinan AS tahun 2003 menggulingkan diktator Saddam Hussein, danmemberdayakan kelompok mayoritas Syiah.
Sementara kelompok pemberontak Sunni terusmelancarkan serangan kepada pasukan keamanan, kepala suku dan pejabat yang mereka anggap sebagai pendukung pemerintah pimpinan kelompok Syiah.
Bom pertama meledak dan menewaskan seorang polisi. Lima menit kemudian, bom kedua juga meledak dan menewaskan orang-orang yang mendekati mobil yang hancur, di Anbar, jantung kota kelompok Sunni Irak yang yang berbatasan dengan Suriah.
”Kami sedang bertugas di sebuah pos pemeriksaan. Di dekatnya ada mobil yang meledak. Kami berlari untuk bekerja (mengatasi insiden ledakan), tapi yang terjadi di luar dugaan, karena bom meledak lagi,” kata seorang polisi sembari memeragakan insiden tersebut. ”Banyak orang dan polisi tewas,” lanjut dia.
Pada puncak pemberontakan Irak 2006-2007, Anbar berada di cengkeraman afiliasi lokal al-Qaeda. Sedangkan Negara Islam Irak kembali menguasai jantung kota kelompok Sunni itu dalam dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam bulan Mei saja, lebih dari 1.000 orang tewas dalam serangan militan di Irak. Banyak pihak menyebut, bulan itu sebagai bulan yang paling mematikan, sejak konflik sektarian memburuk selama lebih dari enam tahun yang lalu.
Kelompok minoritas Sunni di Irak, telah merasa terpinggirkan, sejak invasi pimpinan AS tahun 2003 menggulingkan diktator Saddam Hussein, danmemberdayakan kelompok mayoritas Syiah.
Sementara kelompok pemberontak Sunni terusmelancarkan serangan kepada pasukan keamanan, kepala suku dan pejabat yang mereka anggap sebagai pendukung pemerintah pimpinan kelompok Syiah.
(esn)