Jelang Pemilu, eks PM Australia tantang Gillard
Rabu, 26 Juni 2013 - 16:03 WIB
Jelang Pemilu, eks PM Australia tantang Gillard
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Perdana Menteri (PM) Australia, Kevin Rudd pada Rabu (26/6/2013) menantang PM Julia Gillard dalam penentuan calon yang akan diusung Partai Buruh untuk maju dalam Pemilu September nanti.
Dia sepakat tidak akan ikut Pemilu Australia September nanti, jika dalam pertarungan di internal partai itu dia kalah. ”Saya akan menjadi kandidat,” kata Rudd, pada konferensi pers.
”Banyak, banyak anggota Parlemen telah meminta saya untuk waktu yang sangat lama agar ikut kontes kepemimpinan partai karena keadaan yang sedang kita hadapi berbahaya,” lanjut dia.
Rudd mendesak agar semua pihak berhenti berspekulasi soal nasib partai jika siapa pun terpilih memimpin partai tersebut. Gillard mengatakan, yang kalah harus mundur dari panggung politik dan Rudd setuju dengan syarat dari Gillard itu.
”Jika saya kalah, tentu saja saya akan mengumumkan bahwa saya tidak akan ikut Pemilu berikutnya, dan saya berterima kasih kepada Julia untuk membuat komitmen yang sama,” katanya, dikutip Reuters.
Rudd memimpin Partai Buruh untuk kemenangan Pemilu pada akhir 2007. Tetapi dibuang oleh partainya dan mendukung Gillard pada Juni 2010. Gillardmenyerukan pemungutan suara partai pada Rabu, setelah pada Minggu lalu namanya kalah dalam jajak pendapat.
Jajak pendapat itu menunjukkan Rudd lebih populer di matapemilih dan dapat membantu Partai Buruh mempertahankan banyak kursi di Pemilu. Siapa pun calon dari Partai Buruh, dalam Pemilu nanti akan bertarung dengan Tonny Abott yang diusung Partai Konservatif.
Dia sepakat tidak akan ikut Pemilu Australia September nanti, jika dalam pertarungan di internal partai itu dia kalah. ”Saya akan menjadi kandidat,” kata Rudd, pada konferensi pers.
”Banyak, banyak anggota Parlemen telah meminta saya untuk waktu yang sangat lama agar ikut kontes kepemimpinan partai karena keadaan yang sedang kita hadapi berbahaya,” lanjut dia.
Rudd mendesak agar semua pihak berhenti berspekulasi soal nasib partai jika siapa pun terpilih memimpin partai tersebut. Gillard mengatakan, yang kalah harus mundur dari panggung politik dan Rudd setuju dengan syarat dari Gillard itu.
”Jika saya kalah, tentu saja saya akan mengumumkan bahwa saya tidak akan ikut Pemilu berikutnya, dan saya berterima kasih kepada Julia untuk membuat komitmen yang sama,” katanya, dikutip Reuters.
Rudd memimpin Partai Buruh untuk kemenangan Pemilu pada akhir 2007. Tetapi dibuang oleh partainya dan mendukung Gillard pada Juni 2010. Gillardmenyerukan pemungutan suara partai pada Rabu, setelah pada Minggu lalu namanya kalah dalam jajak pendapat.
Jajak pendapat itu menunjukkan Rudd lebih populer di matapemilih dan dapat membantu Partai Buruh mempertahankan banyak kursi di Pemilu. Siapa pun calon dari Partai Buruh, dalam Pemilu nanti akan bertarung dengan Tonny Abott yang diusung Partai Konservatif.
(esn)