Presiden Iran kembali tegaskan menentang intervensi di Suriah
Selasa, 25 Juni 2013 - 01:31 WIB
Presiden Iran kembali tegaskan menentang intervensi di Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Iran yang baru terpilih, Hassan Rouhani, menegaskan kembali posisi negaranya terhadap intervensi militer asing di Suriah. Demikian dilaporkan Press TV, Senin (24/6/2013).
Rouhani membuat pernyataan dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Libanon, Michel Suleiman.
"Saya tidak percaya, bahwa masalah-masalah di wilayah tersebut, khususnya di Suriah, dapat diselesaikan secara militer," kata Rouhani.
"Kami mengusahakan gencatan senjata di Suriah untuk mencegah pembunuhan," lanjut Rouhani. Menurutnya, bangsa Suriah harus menentukan nasibnya sendiri.
Presiden Lebanon mengucapkan selamat kemenangan Rouhani dalam pemilihan presiden baru-baru ini di Iran. Beberapa pejabat Libanon berpengaruh, termasuk mantan Perdana Menteri Libanon dan pemimpin oposisi Saad Hariri, telah menuduh kelompok Hizbullah yang didukung Iran membawa Libanon ke jurang bahaya.
Menurut mereka, Hizbullah telah mengancam nilai-nilai keragaman budaya dan agama di Libanon, dengan melibatkan pasukannya di Suriah sipil perang. Awal bulan ini, tentara Suriah, dibantu oleh pasukan Hizbullah, merebut kembali kota strategis al-Qussair dari pemberontak.
Republik Islam Iran sendiri telah memuji keberhasilan merebut kembali al-Qussair dan mengucapkan selamat kemenangan kepada tentara dan pemerintah Suriah.
Rouhani membuat pernyataan dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Libanon, Michel Suleiman.
"Saya tidak percaya, bahwa masalah-masalah di wilayah tersebut, khususnya di Suriah, dapat diselesaikan secara militer," kata Rouhani.
"Kami mengusahakan gencatan senjata di Suriah untuk mencegah pembunuhan," lanjut Rouhani. Menurutnya, bangsa Suriah harus menentukan nasibnya sendiri.
Presiden Lebanon mengucapkan selamat kemenangan Rouhani dalam pemilihan presiden baru-baru ini di Iran. Beberapa pejabat Libanon berpengaruh, termasuk mantan Perdana Menteri Libanon dan pemimpin oposisi Saad Hariri, telah menuduh kelompok Hizbullah yang didukung Iran membawa Libanon ke jurang bahaya.
Menurut mereka, Hizbullah telah mengancam nilai-nilai keragaman budaya dan agama di Libanon, dengan melibatkan pasukannya di Suriah sipil perang. Awal bulan ini, tentara Suriah, dibantu oleh pasukan Hizbullah, merebut kembali kota strategis al-Qussair dari pemberontak.
Republik Islam Iran sendiri telah memuji keberhasilan merebut kembali al-Qussair dan mengucapkan selamat kemenangan kepada tentara dan pemerintah Suriah.
(esn)