Dukung pemberontak Suriah, para Menlu bertemu di Qatar
Sabtu, 22 Juni 2013 - 17:50 WIB
Dukung pemberontak Suriah, para Menlu bertemu di Qatar
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, pada Sabtu (22/6/2013) berada Doha, Qatar untuk menghadiri pertemuan dengan para menteri luar negeri lainnya, untuk mendukung pemberontak Suriah.
Pertemuan pada Sabtu, merupakan pertemuan sesi pertama, sejak AS mengumumkan mendukung pasukan pemberontak yang berusaha menggulingkan Presiden Suriah, Bashar al-Assad.
”Ada kebulatan suara tentang pentingnya berusaha untuk menemukan cara mewujudkan perdamaian, dan bukan cara untuk perang,” kata Kerry. ”(Mendukung) Rezim Assad, keputusan yang sangat sulit,” lanjut dia, dikutip Voa News.
Kerry dan Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague menyiapkan pembicaraan langsung di Jenewa antara Pemerintah Suriah dan lawan-lawannya. Ini adalah rencana yang didukung oleh Uni Eropa dan banyak negara Arab, termasuk Mesir.
”Mesir selalu menuntut solusi politik negosiasi terhadap krisis, dan kami sedang bekerja untuk mengumpulkan semua oposisi, agar mereka terwakili di Jenewa. Pembicaraan itu untuk mengekspresikan kehendak semua faksi Suriah, termasuk oposisi internal,” imbuh Menteri Luar Negeri Mesir Kamel Amr.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, mengatakan tidak ada solusi militer terhadap konflik. Sedangkan Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius, mengatakan ada banyak pekerjaan di depan pada pertemuan di Doha. ”Kami akan mencoba untuk membangun situasi di lapangan," tandasnya.
"Dan lihat bagaimana kami dapat membantu koalisi oposisi dan membawa hasil politik. Kita tidak boleh lupa bahwa setiap hari puluhan dan puluhan orang tewas di Suriah.”
Pertemuan pada Sabtu, merupakan pertemuan sesi pertama, sejak AS mengumumkan mendukung pasukan pemberontak yang berusaha menggulingkan Presiden Suriah, Bashar al-Assad.
”Ada kebulatan suara tentang pentingnya berusaha untuk menemukan cara mewujudkan perdamaian, dan bukan cara untuk perang,” kata Kerry. ”(Mendukung) Rezim Assad, keputusan yang sangat sulit,” lanjut dia, dikutip Voa News.
Kerry dan Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague menyiapkan pembicaraan langsung di Jenewa antara Pemerintah Suriah dan lawan-lawannya. Ini adalah rencana yang didukung oleh Uni Eropa dan banyak negara Arab, termasuk Mesir.
”Mesir selalu menuntut solusi politik negosiasi terhadap krisis, dan kami sedang bekerja untuk mengumpulkan semua oposisi, agar mereka terwakili di Jenewa. Pembicaraan itu untuk mengekspresikan kehendak semua faksi Suriah, termasuk oposisi internal,” imbuh Menteri Luar Negeri Mesir Kamel Amr.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, mengatakan tidak ada solusi militer terhadap konflik. Sedangkan Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius, mengatakan ada banyak pekerjaan di depan pada pertemuan di Doha. ”Kami akan mencoba untuk membangun situasi di lapangan," tandasnya.
"Dan lihat bagaimana kami dapat membantu koalisi oposisi dan membawa hasil politik. Kita tidak boleh lupa bahwa setiap hari puluhan dan puluhan orang tewas di Suriah.”
(esn)