Demonstran duduki kota utama di Brazil
Jum'at, 21 Juni 2013 - 11:23 WIB
Demonstran duduki kota utama di Brazil
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan ribu demonstran pada Kamis (20/6/2013) menduduki kota utama di Brazil. Melalui media sosial para demonstran menyerukan semua orang untuk bergabung dalam protes anti-pemerintah di 100 kota untuk melawan praktik korupsi dan menuntut pelayanan publik yang baik.
Di Sao Paulo, protes yang dimulai pada pekan lalu pecah setelah tarif angkutan naik, karena pemerintah menghabiskan jutaan dolar uang pajak untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014. Meski kenaikan tarif angkutan dibatalkan, demonstrasi masih terus berlangsung. Diperkirakan 300 ribu orang memadati jalan-jalan kota.
Di Ibu Kota Brasilia, keamanan diperketat, setelah seruan demonstrasi menyebar di media sosial. ”Bangun, Brasilia!", demikian salah satu seruan demonstrasi yang menyebar di media sosial yang dikuti 55 ribu akun, sebagaimana dikutip Xinhua, Jumat (21/6/2013).
Kelompok demonstrasi itu, mengatakan seruan lewat media sosial tidak bertujuan untuk menghasut atau mendukung demonstran untuk memasuki Kamar Deputi atau Senat, atau tindakan lain di luar gedung Kongres.
Pada saat yang sama, Partai Pekerja (PT) yang merupakan partai berkuasa di Brazil meminta anggotanya turun ke jalan sembari mengibarkan bendera merah untuk mendukung Presiden Dilma Rousseff, yang pemerintahannya terteka sejak gelombang demonstrasi pecah.
Gubernur Negara Bagian Sao Paulo, Geraldo Alckmin dan Walikota Sao Paulo, Fernando Haddad pada Minggu lalu dikecam karena memilih bepergian ke Paris, ketimbang memberikan perhatian pada demonstrasi.
Di Sao Paulo, protes yang dimulai pada pekan lalu pecah setelah tarif angkutan naik, karena pemerintah menghabiskan jutaan dolar uang pajak untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014. Meski kenaikan tarif angkutan dibatalkan, demonstrasi masih terus berlangsung. Diperkirakan 300 ribu orang memadati jalan-jalan kota.
Di Ibu Kota Brasilia, keamanan diperketat, setelah seruan demonstrasi menyebar di media sosial. ”Bangun, Brasilia!", demikian salah satu seruan demonstrasi yang menyebar di media sosial yang dikuti 55 ribu akun, sebagaimana dikutip Xinhua, Jumat (21/6/2013).
Kelompok demonstrasi itu, mengatakan seruan lewat media sosial tidak bertujuan untuk menghasut atau mendukung demonstran untuk memasuki Kamar Deputi atau Senat, atau tindakan lain di luar gedung Kongres.
Pada saat yang sama, Partai Pekerja (PT) yang merupakan partai berkuasa di Brazil meminta anggotanya turun ke jalan sembari mengibarkan bendera merah untuk mendukung Presiden Dilma Rousseff, yang pemerintahannya terteka sejak gelombang demonstrasi pecah.
Gubernur Negara Bagian Sao Paulo, Geraldo Alckmin dan Walikota Sao Paulo, Fernando Haddad pada Minggu lalu dikecam karena memilih bepergian ke Paris, ketimbang memberikan perhatian pada demonstrasi.
(esn)