Tak suka Taliban, Aghanistan stop bicara dengan AS
Rabu, 19 Juni 2013 - 18:59 WIB
Tak suka Taliban, Aghanistan stop bicara dengan AS
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, telah menghentikan pembicaraan tentang perjanjian keamanan dengan Amerika Serikat. Dia tidak suka dan menuduh Washington membawa-bawa Taliban dalam pembicaraan itu.
Juru Bicara Karzai, Aimal Faizi, kepada Reuters pada Rabu (19/6/2013), mengatakan Presiden Karzai membuat keputusan itu. ”Karena sikap (AS) itu tidak konsisten,” katanya.
Negosiasi perjanjian keamanan bilateral (BSA) mulai berlaku awal tahun ini. Jika sudah selesai, BSA akan menentukan boleh tidaknya militer AS berada di Afghanistan hingga masa mendatang.
Runtuhnya negosiasi mengenai pakta serupa di Irak, juga menyebabkan AS menarik semua pasukan dari negara itu.
Dikutip BBC, Pembicaraan AS dan Afghanistan itu sedianya untuk menentukan boleh tidaknya kehadiran militer AS, setelah pasukan asing menarik diri dari Afghanistan pada tahun 2014.
Presiden Karzai enggan untuk menandatangani perjanjian jangka panjang dengan AS di tengah kekhawatiran, bahwa pernjanjian itu akan melemahkan kedaulatan Afghanistan. ”Ada kontradiksi mengenai pembicaraan damai dengan apa yang dikatakan Pemerintah AS,” kata Faizi.
Dia menambahkan, bahwa Presiden Karzai tidak setuju dengan pemberian kantor baru Taliban di Ibu Kota Qatar, Doha. Para pejabat Afghanistan mengatakan, Karzai juga keberatan dengan bendera Taliban berkibar di tempat yang baru itu.
Reaksi Karzai itu muncul, sehari setelah AS mengumumkan akan membuka pembicaraan damai langsung dengan Taliban. Para pejabat AS mengatakan kepada wartawan pada Selasa, bahwa pertemuan formal pertama antara perwakilan AS dan Taliban diperkirakan akan berlangsung di Doha pekan depan.
Juru Bicara Karzai, Aimal Faizi, kepada Reuters pada Rabu (19/6/2013), mengatakan Presiden Karzai membuat keputusan itu. ”Karena sikap (AS) itu tidak konsisten,” katanya.
Negosiasi perjanjian keamanan bilateral (BSA) mulai berlaku awal tahun ini. Jika sudah selesai, BSA akan menentukan boleh tidaknya militer AS berada di Afghanistan hingga masa mendatang.
Runtuhnya negosiasi mengenai pakta serupa di Irak, juga menyebabkan AS menarik semua pasukan dari negara itu.
Dikutip BBC, Pembicaraan AS dan Afghanistan itu sedianya untuk menentukan boleh tidaknya kehadiran militer AS, setelah pasukan asing menarik diri dari Afghanistan pada tahun 2014.
Presiden Karzai enggan untuk menandatangani perjanjian jangka panjang dengan AS di tengah kekhawatiran, bahwa pernjanjian itu akan melemahkan kedaulatan Afghanistan. ”Ada kontradiksi mengenai pembicaraan damai dengan apa yang dikatakan Pemerintah AS,” kata Faizi.
Dia menambahkan, bahwa Presiden Karzai tidak setuju dengan pemberian kantor baru Taliban di Ibu Kota Qatar, Doha. Para pejabat Afghanistan mengatakan, Karzai juga keberatan dengan bendera Taliban berkibar di tempat yang baru itu.
Reaksi Karzai itu muncul, sehari setelah AS mengumumkan akan membuka pembicaraan damai langsung dengan Taliban. Para pejabat AS mengatakan kepada wartawan pada Selasa, bahwa pertemuan formal pertama antara perwakilan AS dan Taliban diperkirakan akan berlangsung di Doha pekan depan.
(esn)