Presiden Rouhani, dari komandan perang hingga tukang protes
Selasa, 18 Juni 2013 - 19:00 WIB
Presiden Rouhani, dari komandan perang hingga tukang protes
A
A
A
Sindonews.com – Sosok Presiden Iran terpilih, Hassan Rouhani ternyata memiliki banyak sisi lain yang belum banyak diketahui publik. Rouhani yang kini menggantikan Mahmoud Ahmadinejad ternyata pernah memprotes Ahmadinejad dan sebenarnya bukan tokoh favorit Ayatollah Ali Khamenei sebagai kandidat Presiden Iran.
CNN pada Selasa (18/6/2013) menulis profil Rouhani dengan judul yang cukup nyentrik; ”Selamat tinggal Ahmadinejad, halo Rauhani.” Selain dikenal sebagai tokoh moderat, banyak sisi unik Rouhani yang selama ini belum terungkap.
Di bidang militer Iran, nama Rouhani ternyata tercatat dalam sejarah sebagai salah satu pembentuk lembaga pertahanan negara. Ulama moderat itu pernah menjadi komandan perang dan pertahanan udara Iran. Rouhani memimpin dewan pertahanan dan perang sekaligus menjadi penasihat keamanan nasional presiden selama 13 tahun, sebelum Ahmadinejad menjabat presiden.
Dia juga dikenal sebagai intelektual Iran. Tiga gelar sarjana hukum, termasuk gelar doktor dari sebuah universitas di Skotlandia dia sandang. Dia pernah memimpin di pusat penelitian Iran yang rajin menerbitkan esai. Rouhani juga menjabat sebagai redaktur selama tiga periode penelitian ilmiah, dan kebijakan luar negeri.
Dalam program nuklir, Rouhani juga tercatat sebagai kepala negosiator nuklir Iran pada 2003-2005 (era Presiden Mohammad Khatami).
Tahun 2009, namanya meroket sebagai tukang protes yang menggencarkan demonstrasi “Gerakan Hijau," saat Mahmoud Ahmadinejad terpilih kembali menjadi Presiden Iran pada 2009. Protesnya kala itu ditentang Pemerintah Ahmadinejad yang minta bantuan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Hubungan Rouhani dengan Khamenei ternyata juga sangat kompleks. Peneliti Iran pada Stanford University, Abbas Milani menulis dalam bukunya, bahwa sebagai negosiator nuklir Iran selama presiden Khatami, Rouhani pernah mengkritik Ayatollah Khamenei. ”Jika Anda membaca, ia banyak menyalahkan Khamenei. Dia mengatakan dalam bukunya,” kata Milani.
Banyak yang percaya Rouhani sebenarnya bukan kandidat favorit Khamenei. Tapi Khamenei mengatakan dia tidak “bermain” favorit dan akan membiarkan siapa saja untuk memilih dia.
CNN pada Selasa (18/6/2013) menulis profil Rouhani dengan judul yang cukup nyentrik; ”Selamat tinggal Ahmadinejad, halo Rauhani.” Selain dikenal sebagai tokoh moderat, banyak sisi unik Rouhani yang selama ini belum terungkap.
Di bidang militer Iran, nama Rouhani ternyata tercatat dalam sejarah sebagai salah satu pembentuk lembaga pertahanan negara. Ulama moderat itu pernah menjadi komandan perang dan pertahanan udara Iran. Rouhani memimpin dewan pertahanan dan perang sekaligus menjadi penasihat keamanan nasional presiden selama 13 tahun, sebelum Ahmadinejad menjabat presiden.
Dia juga dikenal sebagai intelektual Iran. Tiga gelar sarjana hukum, termasuk gelar doktor dari sebuah universitas di Skotlandia dia sandang. Dia pernah memimpin di pusat penelitian Iran yang rajin menerbitkan esai. Rouhani juga menjabat sebagai redaktur selama tiga periode penelitian ilmiah, dan kebijakan luar negeri.
Dalam program nuklir, Rouhani juga tercatat sebagai kepala negosiator nuklir Iran pada 2003-2005 (era Presiden Mohammad Khatami).
Tahun 2009, namanya meroket sebagai tukang protes yang menggencarkan demonstrasi “Gerakan Hijau," saat Mahmoud Ahmadinejad terpilih kembali menjadi Presiden Iran pada 2009. Protesnya kala itu ditentang Pemerintah Ahmadinejad yang minta bantuan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Hubungan Rouhani dengan Khamenei ternyata juga sangat kompleks. Peneliti Iran pada Stanford University, Abbas Milani menulis dalam bukunya, bahwa sebagai negosiator nuklir Iran selama presiden Khatami, Rouhani pernah mengkritik Ayatollah Khamenei. ”Jika Anda membaca, ia banyak menyalahkan Khamenei. Dia mengatakan dalam bukunya,” kata Milani.
Banyak yang percaya Rouhani sebenarnya bukan kandidat favorit Khamenei. Tapi Khamenei mengatakan dia tidak “bermain” favorit dan akan membiarkan siapa saja untuk memilih dia.
(esn)