Israel matangkan rencana bangun 1.100 rumah di Tepi Barat
Kamis, 13 Juni 2013 - 20:15 WIB
Israel matangkan rencana bangun 1.100 rumah di Tepi Barat
A
A
A
Sindonews.com – Israel kian mematangkan rencana untuk membangun lebih dari 1.000 rumah baru di dua pemukiman Yahudi di Tepi Barat. Rumah-rumah baru ini akan dibangun di wilayah Itamar dan Bruchin.
LSM Peace Now melaporkan, Kamis (13/6/2013), bahwa Israel berencana membangun 538 rumah baru di permukiman Itamar utara dan akan melegalkan 137 unit yang sudah ada di sana. Saat ini, pemukiman yahudi di Itamar relatif kecil. Jika disetujui, rencananya pemukiman di Itamar akan diperbesar hingga hampir lima kali lipat.
“Juga disampaikan rencana untuk membangun 550 rumah di Bruchin, di mana 52 di antaranya telah dibangun,” kata salah seorang aktivis Peace Now, Hagit Ofran. "Di Bruchin ada sekitar 50 rumah permanen dan 50 rumah mobil," lanjut Ofran, seperti dikutip dari Daily Star.
Palestina mengecam rencana Israel itu dan menyebutnya sebagai "tantangan serius" dan menuntut respon dari Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, dan masyarakat internasional. "Kami menganggap keputusan membangun pemukiman baru Israel di Tepi Barat sebagai “aborsi” upaya pemerintah AS," kecam Nabil Abu Rudeina, Juru Bicara Presiden Palestina Mahmud Abbas.
"Ini merupakan tantangan serius dan aborsi upaya Kerry," katanya. “Kebijakan pembangunan permukiman ini tidak akan mengarah ke perdamaian, tapi ketegangan dan ketidakstabilan di wilayah kita dan dunia," lanjut Rudeina.
Pernyataan serupa juga dibuat oleh Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad al-Malki, yang tengah membahas upaya perdamaian dengan AS dan Inggris. "Netanyahu menanggapi upaya Kerry dengan meningkatkan kegiatan pemukiman ilegal. Ini membunuh solusi dua negara,” katanya.
LSM Peace Now melaporkan, Kamis (13/6/2013), bahwa Israel berencana membangun 538 rumah baru di permukiman Itamar utara dan akan melegalkan 137 unit yang sudah ada di sana. Saat ini, pemukiman yahudi di Itamar relatif kecil. Jika disetujui, rencananya pemukiman di Itamar akan diperbesar hingga hampir lima kali lipat.
“Juga disampaikan rencana untuk membangun 550 rumah di Bruchin, di mana 52 di antaranya telah dibangun,” kata salah seorang aktivis Peace Now, Hagit Ofran. "Di Bruchin ada sekitar 50 rumah permanen dan 50 rumah mobil," lanjut Ofran, seperti dikutip dari Daily Star.
Palestina mengecam rencana Israel itu dan menyebutnya sebagai "tantangan serius" dan menuntut respon dari Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, dan masyarakat internasional. "Kami menganggap keputusan membangun pemukiman baru Israel di Tepi Barat sebagai “aborsi” upaya pemerintah AS," kecam Nabil Abu Rudeina, Juru Bicara Presiden Palestina Mahmud Abbas.
"Ini merupakan tantangan serius dan aborsi upaya Kerry," katanya. “Kebijakan pembangunan permukiman ini tidak akan mengarah ke perdamaian, tapi ketegangan dan ketidakstabilan di wilayah kita dan dunia," lanjut Rudeina.
Pernyataan serupa juga dibuat oleh Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad al-Malki, yang tengah membahas upaya perdamaian dengan AS dan Inggris. "Netanyahu menanggapi upaya Kerry dengan meningkatkan kegiatan pemukiman ilegal. Ini membunuh solusi dua negara,” katanya.
(esn)