Angin muson dan badai tewaskan 40 warga Sri Lanka
Senin, 10 Juni 2013 - 22:40 WIB
Angin muson dan badai tewaskan 40 warga Sri Lanka
A
A
A
Sindonews.com – Kapal Angkatan Laut dan helikopter milik militer Sri Lanka ditugaskan untuk menjelajahi perairan lepas pantai negara itu pada Senin (10/6/2013), untuk mencari puluhan nelayan yang hilang akibat hujan lebat dan angin kencang.
Hingga kini, menurut para pejabat terkait, dilaporkan telah terdapat 40 korban jiwa akibat angin muson yang melanda wilayah Sri Lanka. “Mayat 39 nelayan bersama dengan satu korban tewas di darat telah ditemukan. Sementara 30 nelayan lain masih hilang,” kata Sarath Lal Kumara, Juru Bicara Pusat Manajemen Bencana Sri Lanka (DMC).
Hujan dan angin yang memukul negara pulau itu pada akhir pekan lalu juga menghancurkan lebih dari 100 rumah dan merusak 2.185 bangunan lain. "Kami terus mencari orang hilang. Angkatan laut dan angkatan udara yang memimpin operasi pencarian dan penyelamatan," kata Kumara.
Sekelompok biksu Budha telah mengajukan protes pada kantor Meteorologi Colombo dan menuduh badan itu gagal memberikan peringatan dini yang memadai tentang kekuatan musim hujan. "Inefisiensi Anda menghasilkan bencana nasional," kata para biarawan dalam surat yang ditujukan kepada Kepala Kantor Prakiraan Cuaca Sri Lanka.
"Kami menuntut agar Anda mengambil setiap langkah yang mungkin untuk mencegah terulangnya hal ini,” lanjut isi surat tersebut. Tidak ada komentar dari Kantor Prakiraan Cuaca Sri Lanka. Namun, Presiden Mahinda Rajapakse telah memerintahkan penyelidikan atas hal ini.
“Presiden meminta laporan awal, soal mengapa orang yang akan terkena dampak tidak diberitahu tentang kondisi cuaca buruk yang akan datang, agar dapat mengambil tindakan pencegahan," sebut pernyataan kantor Kepresidenan Sri Lanka.
Hingga kini, menurut para pejabat terkait, dilaporkan telah terdapat 40 korban jiwa akibat angin muson yang melanda wilayah Sri Lanka. “Mayat 39 nelayan bersama dengan satu korban tewas di darat telah ditemukan. Sementara 30 nelayan lain masih hilang,” kata Sarath Lal Kumara, Juru Bicara Pusat Manajemen Bencana Sri Lanka (DMC).
Hujan dan angin yang memukul negara pulau itu pada akhir pekan lalu juga menghancurkan lebih dari 100 rumah dan merusak 2.185 bangunan lain. "Kami terus mencari orang hilang. Angkatan laut dan angkatan udara yang memimpin operasi pencarian dan penyelamatan," kata Kumara.
Sekelompok biksu Budha telah mengajukan protes pada kantor Meteorologi Colombo dan menuduh badan itu gagal memberikan peringatan dini yang memadai tentang kekuatan musim hujan. "Inefisiensi Anda menghasilkan bencana nasional," kata para biarawan dalam surat yang ditujukan kepada Kepala Kantor Prakiraan Cuaca Sri Lanka.
"Kami menuntut agar Anda mengambil setiap langkah yang mungkin untuk mencegah terulangnya hal ini,” lanjut isi surat tersebut. Tidak ada komentar dari Kantor Prakiraan Cuaca Sri Lanka. Namun, Presiden Mahinda Rajapakse telah memerintahkan penyelidikan atas hal ini.
“Presiden meminta laporan awal, soal mengapa orang yang akan terkena dampak tidak diberitahu tentang kondisi cuaca buruk yang akan datang, agar dapat mengambil tindakan pencegahan," sebut pernyataan kantor Kepresidenan Sri Lanka.
(esn)