Kampanye berbahaya, Capres moderat Iran mungkin dicoret
Senin, 10 Juni 2013 - 17:38 WIB
Kampanye berbahaya, Capres moderat Iran mungkin dicoret
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Garda Konstitusi Iran, lembaga tinggi legislatif negara itu, dapat mendiskualifikasi Capres moderat Iran, Hassan Rouhani dalam pemilihan presiden. Demikian laporan media lokal pada Senin(10/6/2013). Menurut laporan media setempat, kualifikasi Rouhani mungkin dipertimbangkan oleh Dewan, karena pernyataan kampanyenya baru-baru ini yang "ilegal" dan "berbahaya bagi keamanan" negara.
”Dewan Garda, akan membahas kualifikasi Rouhani dalam pertemuan hari Senin,” tulis kantor berita Fars, Minggu (9/6/2013) dikutip Xinhua. Menurut laporan situs oposisi, awal bulan ini pasukan keamanan Iran menangkap tujuh orang dalam kampanye pemilihan presiden Rouhani.
Penangkapan itu dilakukan setelah para peserta, dengan slogan-slogan, menyerukan pembebasan pemimpin oposisi, Mir Hossein Mousavi, yang telah menjalani tahanan rumah selama lebih dari dua tahun setelah kerusuhan pemilihan presiden Iran yang diperselisihkan pada 2009.
Selama hari terakhir, pertemuan umum Rouhani di Teheran telah berubah menjadi sensasi anti-pemerintah oleh sebagian besar peserta kampanye yang didominasi para anak muda. Para demonstran telah menyerukan kebebasan sosial dan budaya daripada berfokus pada isu-isu ekonomi yang disorot kandidat lain.
Pada hari Senin, pimpinan kampanye untuk Rouhani mengatakan kepada kantor berita ISNA, bahwa mereka belum diberitahu tentang kemungkinan peninjauan kualifikasi Rouhani. ”(Agak tidak mungkin) berita itu menjadi kenyataan,” tulis ISNA.
”Dewan Garda, akan membahas kualifikasi Rouhani dalam pertemuan hari Senin,” tulis kantor berita Fars, Minggu (9/6/2013) dikutip Xinhua. Menurut laporan situs oposisi, awal bulan ini pasukan keamanan Iran menangkap tujuh orang dalam kampanye pemilihan presiden Rouhani.
Penangkapan itu dilakukan setelah para peserta, dengan slogan-slogan, menyerukan pembebasan pemimpin oposisi, Mir Hossein Mousavi, yang telah menjalani tahanan rumah selama lebih dari dua tahun setelah kerusuhan pemilihan presiden Iran yang diperselisihkan pada 2009.
Selama hari terakhir, pertemuan umum Rouhani di Teheran telah berubah menjadi sensasi anti-pemerintah oleh sebagian besar peserta kampanye yang didominasi para anak muda. Para demonstran telah menyerukan kebebasan sosial dan budaya daripada berfokus pada isu-isu ekonomi yang disorot kandidat lain.
Pada hari Senin, pimpinan kampanye untuk Rouhani mengatakan kepada kantor berita ISNA, bahwa mereka belum diberitahu tentang kemungkinan peninjauan kualifikasi Rouhani. ”(Agak tidak mungkin) berita itu menjadi kenyataan,” tulis ISNA.
(esn)