Pengunjuk rasa tewas dalam bentrok dekat kedutaan Iran di Libanon
Minggu, 09 Juni 2013 - 21:04 WIB
Pengunjuk rasa tewas dalam bentrok dekat kedutaan Iran di Libanon
A
A
A
Sindonews.com - Bentrok antara pendukung Hizbullah dengan pengunjuk rasa di Bir Hassan, pecah di dekat gedung Kedutaan Besar Iran di sisi selatan Beirut, Libanon, Minggu (9/6/2013). Seorang dilaporkan tewas, sementara belasan orang lainnya menderita luka-luka.
Kabarnya aksi unjuk rasa tersebut merupakan bentuk protes atas keterilbatan Hizbullah dalam perang internal yang terjadi di Suriah. Menurut LBCI, semua korban yang terluka adalah anggota Partai Option Lebanon pimpinan Ahmed Asaad. Menurut LBCI aksi demonstrasi itu diikuti sekitar 40-50 orang.
"Seseorang menembak salah satu demonstran yang tengah duduk di dekat gedung kedutaan besar Iran di Bir Hassan. Orang tersebut meninggal dengan cepat akibat luka tembak yang dia derita," ungkap militer dalam sebuah pernyataan resmi.
Militer Libanon tidak tinggal diam, mereka bergegas turun ke lokasi unjuk rasa untuk membubarkan demostan dan menenangkan situasi. "Militer sedang mengejar pelaku penembakan agar segera ditahan diserahkan kepada otoritas yudisial yang kompeten," lanjut isi pernyataan itu.
Seorang Juru Bicara Militer Libanon mengatakan kepada AFP bahwa pelaku serangan itu adalah anggota Hizbullah.
Kabarnya aksi unjuk rasa tersebut merupakan bentuk protes atas keterilbatan Hizbullah dalam perang internal yang terjadi di Suriah. Menurut LBCI, semua korban yang terluka adalah anggota Partai Option Lebanon pimpinan Ahmed Asaad. Menurut LBCI aksi demonstrasi itu diikuti sekitar 40-50 orang.
"Seseorang menembak salah satu demonstran yang tengah duduk di dekat gedung kedutaan besar Iran di Bir Hassan. Orang tersebut meninggal dengan cepat akibat luka tembak yang dia derita," ungkap militer dalam sebuah pernyataan resmi.
Militer Libanon tidak tinggal diam, mereka bergegas turun ke lokasi unjuk rasa untuk membubarkan demostan dan menenangkan situasi. "Militer sedang mengejar pelaku penembakan agar segera ditahan diserahkan kepada otoritas yudisial yang kompeten," lanjut isi pernyataan itu.
Seorang Juru Bicara Militer Libanon mengatakan kepada AFP bahwa pelaku serangan itu adalah anggota Hizbullah.
(esn)