Israel: Abbas pilih langkah sepihak untuk pembicaraan damai
Rabu, 05 Juni 2013 - 22:33 WIB
Israel: Abbas pilih langkah sepihak untuk pembicaraan damai
A
A
A
Sindonews.com – Israel menuduh Presiden Palestina Mahmud Abbas mengambil langkah sepihak untuk mencari status kenegaraan bagi Palestina, dengan harapan menghindari konsesi yang akan dituntut dalam negosiasi dengan Israel.
"Ia berpikir, bahwa jalan sepihak akan mengantarkannya ke tujuan, tanpa perlu membayar harga politik,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Israel, Zeev Elkin, pada radio publik Israel, Rabu (5/6/2013).
Pada November tahun lalu, Palestina berhasil mendapatkan status negara pengamat non anggota di PBB. Status yang membuat Israel berang, karena menganggap Palestina tidak menghargai upaya perundingan damai antara kedua negara.
Saat ini, baik Palestina maupun Israel sama-sama saling tuding, bahwa pihak lawan menghindari upaya perdamaian lewat meja dialog. "Saya meminta Abu Mazen (Presiden Abbas) untuk menarik pra kondisi dan datang dan berbicara," kata PM Israel, Benjamin Netanyahu. "Berikan kesempatan perdamaian," lanjut Netanyahu.
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) melalui Menteri Luar Negeri John Kerry terus berupaya untuk mendudukan kedua belah pihak di meja perdamaian. Hal ini terlihat dari lawatan Kerry ke Timur Tengah, beberapa waktu lalu.
"Ia berpikir, bahwa jalan sepihak akan mengantarkannya ke tujuan, tanpa perlu membayar harga politik,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Israel, Zeev Elkin, pada radio publik Israel, Rabu (5/6/2013).
Pada November tahun lalu, Palestina berhasil mendapatkan status negara pengamat non anggota di PBB. Status yang membuat Israel berang, karena menganggap Palestina tidak menghargai upaya perundingan damai antara kedua negara.
Saat ini, baik Palestina maupun Israel sama-sama saling tuding, bahwa pihak lawan menghindari upaya perdamaian lewat meja dialog. "Saya meminta Abu Mazen (Presiden Abbas) untuk menarik pra kondisi dan datang dan berbicara," kata PM Israel, Benjamin Netanyahu. "Berikan kesempatan perdamaian," lanjut Netanyahu.
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) melalui Menteri Luar Negeri John Kerry terus berupaya untuk mendudukan kedua belah pihak di meja perdamaian. Hal ini terlihat dari lawatan Kerry ke Timur Tengah, beberapa waktu lalu.
(esn)