Iran ucapkan selamat atas kemenangan rezim Suriah di Qussair
Rabu, 05 Juni 2013 - 17:07 WIB
Iran ucapkan selamat atas kemenangan rezim Suriah di Qussair
A
A
A
Sindonews.com- Pemerintah Iran pada Rabu (5/6/2013), mengucapkan selamat kepada tentara Pemerintah Suriah atas kemenangan mereka dan menguasai kembali kota strategis al-Qussair. Pasukan yang setia pada Presiden Bashar al-Assad berhasil menduduki kota itu setelah beperang dua pekan dengan kelompok pemberontak.
Ucapan selamat dari Iran itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir Abdollahian. ”Teheran mengucapkan selamat atas kemenangan tentara Suriah dan orang-orang atas kelompok 'takfiri' teroris," kata Abdollahian, yang menggunakan istilah “takfiri” untuk militan Sunni yang mayoritas terdiri dari pemberontak negara itu, dikutip AFP.
Iran adalah sebuah negara Muslim yang didominasi kaum Syiah, dan merupakan sekutu dekat Presiden Suriah, Bashar al-Assad, yang pengikut sekte Alawit, sebuah cabang dari Islam Syiah.
”Beberapa pihak terus mengirim senjata dan mendukung tindakan teroris di Suriah,” kecam Abdollahian. ”Mereka harus bertanggung jawab atas pembantaian dan penghancuran di Suriah dan harus diadili atas kejahatan perang (yang dilakukan),” lanjut Abdollahian.
Ia menyebut kiasan atau julukan itu pada beberapa negara Arab, Barat, dan Turki, yang kembali mengampanyekan gerakan anti-Assad. Sementara itu, sebelumnya pada Rabu, pejuang militer dan sekutu dari Hizbollah di Libanon juga berhasil menguasai Qussir setelah perang selama 18 hari.
Ucapan selamat dari Iran itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir Abdollahian. ”Teheran mengucapkan selamat atas kemenangan tentara Suriah dan orang-orang atas kelompok 'takfiri' teroris," kata Abdollahian, yang menggunakan istilah “takfiri” untuk militan Sunni yang mayoritas terdiri dari pemberontak negara itu, dikutip AFP.
Iran adalah sebuah negara Muslim yang didominasi kaum Syiah, dan merupakan sekutu dekat Presiden Suriah, Bashar al-Assad, yang pengikut sekte Alawit, sebuah cabang dari Islam Syiah.
”Beberapa pihak terus mengirim senjata dan mendukung tindakan teroris di Suriah,” kecam Abdollahian. ”Mereka harus bertanggung jawab atas pembantaian dan penghancuran di Suriah dan harus diadili atas kejahatan perang (yang dilakukan),” lanjut Abdollahian.
Ia menyebut kiasan atau julukan itu pada beberapa negara Arab, Barat, dan Turki, yang kembali mengampanyekan gerakan anti-Assad. Sementara itu, sebelumnya pada Rabu, pejuang militer dan sekutu dari Hizbollah di Libanon juga berhasil menguasai Qussir setelah perang selama 18 hari.
(esn)